BERITA Balitek DAS

Arsiparis Balitek DAS Raih Penghargaan "Arsiparis Teladan" KLHK Tahun 2018

Balitek DAS (Solo, 11/5/2018) Setelah penelitinya berhasil meraih penghargaan "Penyaji Terbaik" kategori Seminar Nasional dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan ke-5 beberapa waktu lalu, Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) kembali dibuat bangga. Alfu Mahar Syarofi, arsiparis Balitek DAS berhasil meraih penghargaan sebagai arsiparis teladan lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tahun 2018.

>Penghargaan dan hadiah diserahkan langsung oleh Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal, Samidi dan didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha KLHK, Agung Widio Saptono pada acara Penutupan Pembinaan Pengelola Kearsipan dan Seleksi Pemilihan Arsiparis Teladan Tingkat KLHK di ..... Selengkapnya





Peneliti Balitek DAS "Penyaji Terbaik" dalam PIT Riset Kebencanaan Kelima

Balitek DAS (Solo, 9/5/2018) Pranatasari Dyah Susanti, S.P., M.S., peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) mendapat penghargaan sebagai penyaji terbaik kategori Seminar Nasional dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan ke-5. Penilaian presenter terbaik tersebut dilakukan oleh panitia dan moderator pada masing-masing komisi yang dilaksanakan di Universitas Andalas, Padang Sumatera Barat (Sumbar), 2-4 Mei 2018 lalu.

Penghargaan ini diraih Santi, panggilan akrab Pranatasari Dyah Susanti setelah mempresentasikan makalahnya yang berjudul "Identifikasi Tipe Kepakaran pada Lahan Rehabilitasi Bekas Longsor" pada komisi Pembangunan Berkelanjutan. Makalah ini merupakan hasil penelitian kegiatan ..... Selengkapnya





Peneliti Balitek DAS Solo: Teknik Pemanenan Air Hujan, Solusi Kekeringan

Balitek DAS (Solo, 3/5/2018)_Bencana kekeringan sering terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, salah satunya adalah di Dusun Pamor, Bunjardowo, Kradenan. Daerah ini merupakan langganan kekeringan tiap bulan, padahal curah hujan di lokasi tersebut cukup tinggi. Pada tahun 2006-2014, curah hujan rata-rata tahunan di lokasi tersebut 2.025 mm dengan rata-rata hujan 111 hari. Sayangnya pada Bulan Mei-Oktober selalu terjadi defisit air atau kekeringan.

Hasil analisis Ir. Purwanto, M.Si. , peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS menunjukkan bahwa sebagian besar curah hujan yang jatuh akan hilang melalui ..... Selengkapnya





Sidik Cepat Degradasi Sub DAS, Metode Pemetaan Daerah Banjir

Balitek DAS (Solo, 26/4/2018)_Meminimalkan kerugian bencana banjir dapat dilakukan melalui deteksi dini dengan membuat peta daerah banjir. Namun, proses ini sering terkendala kurangnya atau minimnya data pada tingkat tapak.

Kabar baiknya, dengan metode Sidik Cepat Degradasi Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ditemukan oleh peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS Solo, hal ini tidak lagi menjadi kendala. Dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG), metode ini sangat mudah diaplikasikan ..... Selengkapnya







Plus Minus Pemanfaatan Air Telaga Pengilon Dieng

Balitek DAS (Solo, 13/04/2018)_Keberadaan Telaga Pengilon, salah satu Taman Wisata Alam di Dieng, Wonosobo Jawa Tengah ternyata membawa berkah tersendiri bagi petani kentang. Dengan pemanfaatan atau penyedotan air telaga pada musim kemarau telah menurunkan jumlah pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan petani kentang. Pendapatan petani meningkat dengan keuntungan rerata sebesar Rp. 17,6 juta per 0,45 ha per 4 bulan.

Hal ini diungkapkan oleh Ir. C. Yudilastiantoro, M.P., R. Pamungkas BP., S. Hut., M.Sc., Dr. S. Andy Cahyono., Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS Solo, dalam artikelnya yang berjudul Dampak Penyedotan Air Telaga dalam Usaha Tani Kentang di Telaga Pengilon Dieng, Wonosobo dalam Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS 2017 lalu.

"Kondisi ekologi dataran tinggi Dieng yang semakin tidak menentu dan fluktuasi harga komoditas kentang membuat petani harus ..... Selengkapnya



Kearifan Lokal Suku Dani Papua, Contoh Partisipasi dalam Pengelolaan DAS

Balitek DAS (Solo, 09/04/2018)_Dalam pengelolaan DAS, kondisi karakteristik dan lingkungan DAS di hulu DAS akan berdampak pada pengelolaan DAS di hilir. Apabila masyarakat hulu tidak bisa menjaga maka akan berimbas pada kehidupan masyarakat di hilir. Hal ini mengindikasikan bahwa partisipasi masyarakat, terutama di hulu sangat vital dalam pengelolaan DAS dan tidak boleh dipandang sebelah mata.

"Bagian hulu DAS merupakan kawasan dengan fungsi konservasi untuk pencegahan degradasi lahan," kata Baharinawati Wilhan Hastanti, S.Sos, M.Sc., Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS Solo yang dikutip dalam artikelnya Kondisi Lingkungan dan Karakteristik Sosial Budaya untuk Pengelolaan Daerah Aliran Sungai yang dimuat pada Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (JPPDAS), Vol 1, No 2 tahun 2017.

Lebih lanjut, Rina menyatakan bahwa hal ini juga terlihat dalam pengelolaan ..... Selengkapnya










Penelitian Terbaru (2018)

[Arsip]
Arsip Penelitian »

10 Publikasi Terbaru

[Arsip] Arsip Publikasi »

PUBLIKASI

FILM

Berita Terkini