BERITA Balitek DAS

Menimba Ilmu Pengelolaan DAS, Unsoed datang Ke Balitek DAS

(Balitek DAS, 10/09)_Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), Mahasiswa/i D3 Pengelolaan Sumberdaya Lahan (PSL), Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) datang langsung ke Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS di Solo, Senin (10/09).

Dalam sambutannya, Drs. Prasmadji Sulistyanto, M.Si., Dosen D3 PSL, Fakultas Pertanian Unsoed sekaligus ketua rombongan menyatakan bahwa akhir-akhir ini di Indonesia sering terjadi adanya bencana yang disebabkan oleh pengelolaan lahan maupun DAS yang kurang baik. Di sisi lain, Balitek DAS merupakan salah satu lembaga yang telah diakui telah melakukan penelitian dan menghasilkan beberapa inovasi terkait pengelolaan lahan dan DAS.

"Pengelolaan sumberdaya lahan berhubungan erat dengan pengelolaan DAS. Bagaimana pengelolaan DAS itu sendiri, kita dapatkan dari kunjungan sekarang.... Selengkapnya



Lingkungan Sungai Terpelihara, Ciptakan Ekonomi Masyarakat

Balitek DAS (Solo, 23/08/2018)_Pengelolaan lingkungan sungai memang bukan pekerjaan yang mudah. Pengelolaan ini melibatkan lingkungan sosial, budaya dan ekonomi. Tetapi apabila lingkungan ini terpelihara maka akan menciptakan ekonomi masyarakat. Hal ini dikemukakan oleh Prof. Dr. Suratman Worosuprojo MSc, Ketua Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) saat ditemuin di kantornya, Jum'at (10/08).

"Lingkungan itu membawa berkah, lingkungan jangan dihancurkan. Lingkungan dipelihara akan menciptakan ekonomi tetapi apabila lingkungan rusak maka ekonomi pergi,"tegas Suratman.

Menurutnya, saat ini sungai-sungai di Indonesia, terutama di Jawa dalam kondisi darurat. Sungai - sungai, terutama yang melintas atau berdekatan dengan pemukiman dan pemukiman, terlihat penuh dengan sampah, limbah dan tidak terawat. Kondisi ini secara langsung atau tidak langsung akan berkontribusi pada maraknya bencana..... Selengkapnya



Peningkatan Sampah Mengancam Kelestarian Hayati di Danau Sentani

Balitek DAS (Solo, 16/08/2018)_Peningkatan jumlah penduduk di sekitar kawasan Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua ternyata megundang permasalahan tersendiri bagi pengelolaan Danau Sentani. Salah satunya adalah peningkatan pembuangan sampah dan limbah domestik lainnya di Kawasan Danau Sentani yang menjadi ancaman kerusakan tanah dan kualitas air di Danau Sentani.

"Semakin meningkatnya jumlah penduduk dan semakin bertambahnya pemukiman dan pabrik menyebabkan air danau semakin tercemar. Pencemaran ini akan menjadi ancaman sumber daya hayati yang hidup di Danau Sentani,"kata Baharinawati Wilhan Hastanti, S.Sos., M.Sc., Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (BPPTP) DAS Solo yang dikutip dalam Majalah CERDAS Vol 3 No 2 Tahun 2017

Kondisi ini sangat disayangkan, karena Danau Sentani merupakan danau terluas di Tanah Papua (luasnya sekitar 9.360 ha) yang kaya akan keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. Fauna perairan yang terdapat di Danau Sentani menurut beberapa kajian ..... Selengkapnya










Penelitian Terbaru (2018)

[Arsip]
Arsip Penelitian »

PUBLIKASI

FILM

Berita Terkini