BERITA Balitek DAS

Sinergisitas Litbang untuk Hilirisasi Tahun 2019

(Solo, Juli 2019)_Pada tahun ini, Badan Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Solo akan menghasilkan empat produk hasil litbang yaitu sintesis Rencana Penelitian dan Pengembangan Integratif (RPPI) 2 Konservasi Sumber Daya air, Sintesis RPPI Pengembangan 6 Integrasi Pengelolaan DAS, Bunga Rampai Pengelolaan Sumber Daya Air, serta Bunga Rampai Integrasi Pengelolaan DAS dalam Mendukung Mitigasi Bencana Hidrometeorologi. Keempat produk tersebut merupakan output akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan yang telak dilaksanakan selama lima tahun.

Untuk Mencapai target tersebut, Balitek DAS telah melaksanakan koordinasi dengan beberapa satuan Kerja (Satker) badan Litbang dan Inovasi (BLI) bergabung dalam RPPI 2 dan 6 selama dua hari, Senin-Selasa (8-9 Juli). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh peneliti BPPTPDAS, perwakilan Puslitbang Hutan (P3H), perwakilan BLHK Makassar, dan BLHK Kupang.

"Kegiatan ini merupakan sinergisitas litbang untuk hilirisasi 2019 yang diimplementasikan dalam .... Selengkapnya



Balitek DAS Berpartisipasi dalam Soropadan Agro Expo 2019.

(Solo, Juli 2019)_Bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Prov. Jateng, Perhutani dan Beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian LHK Regional Jawa Tengah, Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) mendiseminasikan beberapa produk riset di Soropadan Agro Expo 2019 di Temanggung Jawa Tengah, selama 5 (lima) hari pada tanggal 04 - 08 Juli 2019.

Produk riset yang ditampilkan dalam pameran terebut dikemas dalam bentuk poster, mug, cd digital publikasi tahun 1988-2015, gantungan kunci, dan publikasi. Poster yang ditampilkan berjudul Peningkatan Ketahanan Pangan Wilayah melalui Pengelolaan DAS Terpadu, serta Agrosilvikultur Karet dan Rotan Jernang. Sedangkan publikasi yang ditampilkan dan dibagikan ke pengunjung berjudul Cemara Laut mengubah Lahan Marginal menjadi Potensial, Silvikultur Rehabilitasi Pantai Berpasir Kebumen, Sertifikasi Ekolabel Hutan Rakyat, Pengendali Erosi Jurang, Teknik Mitigasi Banjir dan Longsor, 15 Jenis Tanaman Pelindung Mata Air, Sistem Pengelolaan DTA Waduk, serta majalah CerDAS vol 4 no 1 dan 2 tahun 2018.

Produk riset tersebut dipilih sesuai dengan tema.... Selengkapnya



Implementasikan ZFRA, YMCI audiensi ke Balitek DAS

(Solo, Juni 2019)_Dalam rangka mengimplementasilkan program Zurich Flood Resilence Alliance (ZFRA), tiga orang perwakilan Yayasan Mercy Corps Indonesia (YMCI) datang untuk berkoordinasi dan berdiskusi dengan Beberapa Tim Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) di Solo, Kamis (27/06). Ketiga orang tersebut adalah Denia Aulia Syam, Arif Ganda Purnomo, serta Khair Ranggi.

"Kami merupakan yayasan nasional yang banyak membantu dalam isu kemanusian serta meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat. Program kami membantu masyarakat di Indonesia dengan alat dan dukungan yang tersedia di masyarakat lokal,"kata Denia Aulia Syam, saat mengawali pembicaraan.

"Salah satu program kami, yaitu ZFRA yang merupakan program untuk membantu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Program ini akan berjalan selama dua tahun. Dan tahun ini, kami menginisiasi wilayah Pekalongan. Kami saat ini memetakan informasi.... Selengkapnya



Bambu, Bahan Pengendali erosi Jurang Kecil yang Murah dan Efisien

(Karanganyar, Juni 2019)_Siapa yang tak kenal bambu. Jenis tanaman yang mudah ditemukan diberbagai wilayah. Bambu mempunyai berbagai manfaat. Satu manfaat penting yang belum banyak diketahui oleh masyarakat, ternyata bambu dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan pengendali erosi jurang yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam mengendalikan erosi jurang kecil.

"Erosi jurang yang notabene merupakan bagian dari morphoerosi seyogyanya ditangani sejak dini ketika masih berbentuk alur/parit,"kata Dr. Agung Budi Supangat, Peneliti Balitek DAS Solo, saat memberikan arahan/ pembekalan kepada masyarakat di Kab Karanganyar, Kamis (20/06).

"Namun permasalahan yang seringkali muncul adalah sebagian besar erosi jurang terjadi di lahan pertanian dan juga biasanya berkembang di batas-batas kepemilikan. Erosi jurang ini awalnya berupa saluran air yang karena tidak ada pemiliknya akhirnya tidak terurus, kian lama tergerus air kian lebar dan dalam, berkembang dari alur, parit sampai jadi jurang... Selengkapnya








Penelitian Terbaru (2019)

[Arsip]
Arsip Penelitian »

10 Publikasi Terbaru

[Arsip] Arsip Publikasi »

PUBLIKASI

FILM

Berita Terkini