BERITA Balitek DAS

Mayoritas Pencari Masoi di Papua Barat adalah Kaum Miskin

(Surakarta, Februari 2019)_Mayoritas pencari Tanaman Masoi (Cryptocarya massoia (Oken) Kostrem.) di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat merupakan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. Hal ini dikemukakan oleh Baharinawati Wilhan Hastanti, S.Sos., M.Sc., Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) dalam risetnya yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Faloak Vol. 2 No.1 April 2018:39-56.

"Kehidupan keluarga pencari masoi tidak jauh dari anggapan tentang kemiskinan masyarakat di sekita hutan. Penghasilan yang yang tidak menentu dan banyaknya anggota keluarga yang ditanggung menyebabkan susahnya seorang kepala keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sesuai dengan standar kehidupan layak. Oleh karena itu pencarian masoi dilakukan dengan alasan kurangnya pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan utama yang ditekuni oleh para pencari masoi,"kata Rina.

Lebih lanjut, Rina manyatakan bahwa kemiskinan yang dialami oleh para pencari masoi bisa dikatakan sebagai kemiskinan multidimensi. Hal ini diindikasikan ... Selengkapnya



Peneliti Balitek DAS Berhasil Redam Laju Erosi di Merapi

(Surakarta, Januari 2019)_Tim Peneliti Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) bekerjasama dengan Forum Peduli Lingkungan-Pecinta Alam Lereng Merapi (FPL PALM) serta Masyarakat Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) dengan teknik vegetatif dengan memanfaatkan rumput penghalang (grass barrier) dan kombinasi pupuk kandang. Hasilnya sangat jenius. Kombinasi ini telah berhasil menekan laju erosi tanah akibat bencana Gunung Merapi Tahun 2010 sebesar 88%.

"Upaya pemulihan lahan yang rusak akibat erupsi Gunung Merapi dapat dilakukan dengan teknik sipil/ mekanik, vegetatif, maupun kimia. Rumput penghalang atau grass barrier dapat digunakan sebagai salah satu metode rehabilitasi lahan secara vegetatif, terutama untuk mencegah timbulnya erosi yang lebih lanjut pada wilayah tersebut,"kata Ir. Beny Harjadi, M.Sc., seperti dikutip dalam artikelnya yang dimuat dalam Jurnal Agritech Vol 38 (1) 2018.

Lebih lanjut, Beny menerangkan bahwa Gamal (Gliricidia sepium sp.) dan rumput Akar wangi (Vetiveria zizaniodes sp) merupakan jenis rumput penghalamalng yang sangat efektif dimanfaatkan sebagai salah satu metode konservasi secara vegetatif pasca erupsi Merapi. Metode tersebut .... Selengkapnya



Bencana Longsor??, Ini Solusi dari Peneliti Balitek DAS Solo

(Surakarta, Januari 2019)_Baru-baru ini kita digemparkan dengan bencana longsor di Desa Cimapag, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada Selasa (31/12/2018). Tidak dapat dipungkiri, bencana tersebut telah memakan korban jiwa maupun materiial yang cukup banyak. Terkait hal tersebut, Ir. Heru Dwi Riyanto, Peneliti Balai Litbang Teknologi Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) menyatakan bahwa sebetulnya, risiko bencana longsor dapat dikendalikan dengan rekayasa vegetatif.

Umumnya pembahasan longsor lebih banyak ditekankan pada air/ curah hujan dan lahan. padahal kejadian longsor berkaitan dengan komponen air, tanah dan tanaman. Pembahasan pentingnya tanaman dalam penanggulangan longsor belum banyak dilakukan,"kata Heru, seperti dikutip dalam bukunya yang berjudul Rekayasa vegetatif untuk Mengurangi Longsor.

Menurutnya, bencana longsor dapat dicegah dengan menjaga tanaman di lereng. Tanaman akan menyerap air dan akarnya mengikat tanah. Karena, prinsip pencegahan longsor adalah mencegah air supaya tidak terkonsentrasi di bidang luncur..... Selengkapnya








Penelitian Terbaru (2019)

[Arsip]
Arsip Penelitian »

PUBLIKASI

FILM

Berita Terkini