BERITA Balitek DAS

P3MKG Dan Balitek DAS Sepakat Berkolaborasi Atasi Bencana Nasional

Balitek DAS (Solo, 08/08/2018)_Atasi bencana nasional, Pusat Litbang Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (P3MKG) dan Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BAlitek DAS) sepakat untuk berkolaborasi dalam kegiatan litbang. Hal ini terungkap saat kunjungan P3MKG ke Kantor Balitek DAS di Solo, Kamis (02/08).

"saat ini, P3MKG dan Balitek DAS berada dalam satu kluster Pusat Unggulan Iptek (PUI) yaitu kebencanaan. Balitek DAS merupakan koordinator sub kluster bencana hidrometeorologi, sedangkan P3MKG pada bencana geologi. Kolaborasi bersama kedua lembaga ini akan menghasilkan suatu hal yang komprehensif dan bisa menyusun satu aksi dalam kebencanaan,"kata Dr. Nur Sumedi, Kepala Balitek DAS Solo. .

Sumedi berharap dengan kolaborasi bersama ini kedua lembaga saling membantu, terutama dalam kegitaan litbang. Balitek DAS bisa memperoleh data-data untuk kegiatan litbang dari BMKG/P3MKG, Begitu juga sebaliknya. Namun, ..... Selengkapnya



Erosi Jurang Menurunkan Daya Tampung DTW Wonogiri

Balitek DAS (Solo, 27/07/2018)_Erosi jurang merupakan ancaman yang serius di Indonesia. Kejadian ini merupakan penyumbang terbesar bagi erosi sedimentasi di yang Daerah Tangkapan Waduk (DTW) Wonogiri. Tentunya saja ini akan berpengaruh pada penurunan data tampung di DTW Wonogiri. Hal ini diungkapkan oleh Dr. Nur Sumedi, Kepala Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Solo, pada acara Konferensi pers Alih Teknologi Pengendalian Erosi Jurang di HOtel Salaview Solo, Selasa (24/07).

"Pertambahan lebar dan kedalaman jurang di DTW Wonogiri rata-rata mencapai 1,35 meter dengan kedalaman mencapai 0,31 meter per tahun. Hal ini berakibat daya tampung DTW Wonogiri mengalami penurunan. Pada tahun 1980, daya tampung DTW Wonogiri sebesar 440 juta m3 menurun menjadi 375 juta m3 pada tahun 2005,"kata Sumedi.

"Lebih lanjut, Sumedi menyatakan apabila hal ini tidak segera diatasi maka akan berakibat pendangkalan DTW Wonogiri yang memberikan dampak bencana ..... Selengkapnya



SDM Erosi Jurang Semakin Minim, Balitek DAS Adakan AT

Balitek DAS (Solo, 25/07/2018)_Dr. Nur Sumedi menyatakan bahwa saat ini masalah pengendalian erosi jurang belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah semakin berkurangnya Sumber daya manusia (SDM) dalam pengendalian erosi jurang. Hal ini diungkapkan Beliau pada saat memberikan sambutan selamat datang dan pembukaan pada acara Alih Teknologi Pengendalian Erosi Jurang di Hotel Salaview Solo, Selasa (24/07).

"SDM di BPDASHL (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung) yang ahli dalam mengendalikan jurang semakin sedikit atau bahkan sudah tidak ada. Apabila ada kegiatan pembangunan Dam Pengendali (DPn) dan Gully plug seringkali diborongkan sehingga yang menjadi perhatian hanya bangunanya saja, bukan jurangnya. Padahal tipe jurang bermacam-macam dan site specific atau tiap tipe jurang memiliki konsep penanganan sendiri-sendiri,"kata Sumedi.

Kondisi ini dinilai Sumedi kondisi yang kritis karena kegiatan pembangunan DPn dan Gully Plug merupakan salah satu upaya teknis untuk mengurangi terjadinya erosi jurang. Jenis erosi ini penyumbang andil cukup besar pada jumlah sedimen..... Selengkapnya










Penelitian Terbaru (2018)

[Arsip]
Arsip Penelitian »

PUBLIKASI

FILM

Berita Terkini