Populerkan Riset Lewat Tulisan Balitek DAS Adakan Workshop Penulisan Berita

Balitek DAS (Solo, 21/04/2017)_Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS bertekad untuk mempopulerkan hasil riset melalui tulisan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk mendiseminasikan hasil riset. Untuk mencapai tujuan tersebut, Balitek DAS telah melakukan Workshop Penulisan Berita di Kantor Balitek DAS Solo, Kamis-Jumat (19-20/04).

"Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peneliti, teknisi maupun staf Balitek DAS Solo dalam menulis berita," kata Nur Sumedi, Kepala Balitek DAS saat membuka acara.

"Keterampilan menulis berita ini sangat diperlukan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian maupun aktivitas pembangunan sektor kehutanan kepada masyarakat umum," tambahnya

Menurutnya, banyak masyarakat yang kurang bisa memahami bahasa ilmiah dalam hasil penelitian. Oleh karena itu, diperlukan suatu cara untuk mentransfer ke dalam bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat awam. Bahasa popular merupakan salah satu solusi atas permasalahan tersebut.

"Jangan sampai hasil-hasil peneltian berakhir di perpustakaan sebagai lembah kematian," tegas Nur Sumedi

Nur Sumedi berharap dengan kegiatan ini bisa meningkatkan penyebarluasan hasil riset kepada masyarakat sehingga akan lebih banyak hasil riset yang dapat dimanfaatkan.

"Kebermanfaatan hasil penelitian bagi pengguna diharapkan dapat menambah eksistensi balai sebagai lembaga penyedia iptek," kata Nur Sumedi.

Di sisi lain, Ayu prawitasari, salah satu narasumber dari SOLO POS menyatakan bahwa sebetulnya banyak hasil litbang yang bisa dieksplore untuk menjadi berita yang menarik. Bahkan mungkin berita tersebut menjadi informasi yang sedang ditunggu oleh masyarakat atau pengguna.

"Sayangnya, website pada berbagai lembaga pemerintahan kurang menarik dalam menyajikan berita," kata Ayu.

Ayu berharap dengan adanya pelatihan ini bisa merubah paradigma tersebut karena dia melihat banyak peserta workshop yang sangat berpotensi dalam menghasilkan berita yang menarik.

Pada kesempatan tersebut, Ayu juga mengajarkan teknik penggalian data dan tema berita. Menurutnya, penggalian data harus dilakukan secara terencana dan detil sehingga informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh secara lengkap dan akurat.

"Berita adalah fakta. Tapi tidak semua fakta bernilai berita. Jurnalis harus berusaha menemukan fakta yang bernilai berita," kata Yonanta C.P., Redaktur halaman Kota Solo yang juga menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.

Fakta yang bisa menjadi berita, umumnya mempunyai sifat penting (significant), besar (magnitude), kebaruan (timeliness), kedekatan (proximity), tenar (prominance) atau manusiawi (human interest) ataupun gabungan dari beberapa sifat tersebut. Ini dapat dilakukan dengan observasi, wawancara maupun riset.

Sedangkan narasumber ketiga atau Danang Nur Ikhsan mengungkapkan bahwa berita ada dua jenis, yaitu straight news dan feature news. Straight news merupakan berita langsung, bersifat penting, berpedoman pada 5W+1H dan penulisannya berpola piramida terbalik. Sedangkan feature news merupakan berita kreatif yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang suatu peristiwa, situasi atau aspek kehidupan.

Pada kesempatana tersebut, narasumber juga memberikan tips dan trik cara membuat data hasil penelitian dan karya tulis ilmiah menjadi sebuah berita dengan bahasa populer. Selain itu, ke-30 peserta yang hadir, baik dari Balitek DAS dan maupun UPTD KLHK lainnya di Jateng diminta untuk praktek langsung. Hasilnya dipaparkan dan direview bersama pada hari kedua.*