Penting, PUI Dapat Meningkatkan Jaringan Kerjasama

Balitek DAS (Solo, 21/04/2017)_Lembaga yang mendapatkan penghargaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) pasti bisa mendapatkan jaringan kerjasama yang lebih banyak lagi. Hal ini diungkapkan oleh Yudho Baskoro, S.Sos, M.Si., MPP., Kasubdit Lemlitbang Pemerintah Pusat, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) pada saat sosialisasi di Kantor BAlai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS Solo, Kamis (20/04).

"PUI ini sangat penting. Banyak manfaat yang bisa diperoleh. Salah satunya adalah membangun jejaring," kata yudho.

Yudho menyatakan lembaga yang mendapat penghargaan PUI berarti lembaga tersebut telah diakui menjadi pusat unggulan di Indonesia. Hal ini akan menarik lembaga lainnya baik dari dalam maupun luar negeri untuk menjalin kerjasama.

"Selain itu, lembaga tersebut akan mendapat insentif selama 3 tahun," kata Yudho

"Yudho menambahakan Insentif diperoleh untuk lebih menguatkan lembaga yang dilihat dari 3 (tiga) kapasitas yaitu absorptive capacity, R & D capacity serta disseminating capacity," kata Yudho.

"Untuk mendapatkan PUI tidaklah mudah. Ada tahapan seleksi ketat yang harus dilalui," kata Yudho.

Tahap awal yang dilakukan adalah penilaian daftar isian borang dan proposal. Pada tahun ini, pengisian borang dan proposal ditutup paling lambat 10 Mei 2017. Selanjutnya adalah verifikasi dan penentuan lembaga yang lolos dalam pada lebvel pembinaan atau ditetapkan.

"Apabila nilai rata-rata borang dan proposal lebih dari 650 maka posisi aman. Ini akan ditambah dengan masterplan yang mempunyai nilai sekitar 75, sehingga nilai bisa menjadi 725 atau masuk dalam pembinaan," kata Yudho

Disadari apabila nilai lembaga mencapai 700 maka masuk menjadi lembaga binaan dan apabila mencapai nilai lebih dari 850 maka menjadi lembaga yang ditetapkan mendapatkan PUI. Tetapi apabila banyak lembaga yang mendapat niali lebih dari 700 maka dibuat skala dari yang tertinggi untuk mengisi target 16 lembaga binaan pada tahun ini.

"Borang ini mencerminkan indikator kinerja kelembagaan. Dan periode yang digunakan adalah 3 tahun untuk melihat track of record dari lembaga tersebut,” kata Yudho.

Yudho menyatakan bahwa dalam pengisian borang maupun proposal tidak perlu pesimis maupun optimis. Kuncinya adalah ceritakan semua kegiatan yang ada di lembaga tersebut dan lengkapi data yang ada serta dibutuhkan sehingga saat diverifikasi ada bukti.

"Intinya adalah komitmen bersama lembaga. PUI adalah milik lembaga bukan perorangan atau kelompok. Jadi libatkan semua pihak yang ada di lembaga," kata Yudho.

Yudho menyadari bahwa dengan banyaknya lembaga yang ada di Indonesia maka proses ini akan ketat dan sangat sulit untuk menentukan fokus unggulan. Tetapi Kemenristekdikti telah mendapatkan track atau database lembaga yang bisa bersaing dalam PUI sehingga akan dilakukan sosialisasi pada lembaga tersebut.

Pada akhir acara, Dr. Nur Sumedi Kepala Balitek DAS Solo, menyatakan Balitek DAS akan berkolaborasi dan bersinergi dengan semua pihak yang ada di lingkup Balitek DAS untuk berpartisipasi dalam seleksi PUI. ***