Sawit vs Hutan, Riset Diharapkan Bisa Memberi Solusi

Balitek DAS (Solo, 21/04/2017)_Riset seyogyanya bisa memberikan solusi atas tantangan kehutanan, terutama masalah yang sekarang lagi panas-panasnya yaitu tentang sawit. Hal ini diungkapkan Inspektorat Wilayah IV, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ir. Wisnu Prastowo, M.F. saat memberikan sosialisasi penilaian reformasi birokrasi di Kantor Balai Litbang Teknologi Pengelolaan (Balitek) DAS di Solo, Jumat (21/04).

"Peneliti untuk menjawab tantangan yang ada selama ini. Peran kita mau tidak mau untuk bisa menjawab dengan riset," kata Wisnu.

Wisnu menyadari bahwa salah satu tantangan terbesar di KLHK saat ini adalah masalah pembukaan lahan terkait perkebunan. Bahkan sawit sekarang telah menjadi masalah yang sangat sensitif dan harus diselesaikan secara bijaksana.

"Kita jangan diam saja. Jangan sampai menimbulkan ide bahwa biarlah sawit tumbuh di hutan asal hutan kita masih ada," kata Wisnu.

Wisnu berharap peneliti bisa menghasilkan riset yang bisa menjawab masalah publik. Misalnya bisa memberikan rekomendasi jenis tanaman yang bisa memberikan keuntungan ekonomi lebih dari sawit, yang tidak menimbulkan masalah ekologi.

Selain itu, Wisnu juga berharap riset bisa memberikan jawaban atas tantangan yang dihadapi KLHK. Sebagai negara berkembang, Indonesia pasti menghadapi tantangan lebih di sektor hutan dan kehutanan. Tetapi Wisnu yakin semua dapat dihadapi apabila kita solid.

"Kita makin lama makin melemah. Bahkan rimbawan kampus sekarang tidak bisa berperan sebagai kontrol. Padahal rimbawan kampus bisa memberikan masukan untuk kebijakan," kata Wisnu.

Wisnu khawatir apabila kondisi ini terus menerus terjadi maka hutan di Indonesia akan punah atau tidak ada lagi. Dan ini sangat disayangkan dan kasihan anak cucu kita di masa depan. Oleh karena itu, kita harus mulai berubah atau reformasi dan tegas untuk menghadapi tantangan yang ada sekarang.

"Reformasi adalah proses untuk menuju lebih baik. Hal ini tidak dilakukan secara cepat tetapi perlahan dan pasti. Akhirnya akan menghasilkan pemerintahan yang bersih, akuntabel dan melayani," kata Wisnu.

Menurut Wisnu, selain melaksanakan tugas dan fungsinya, birokrat juga harus melaksanakan tugas umum lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Namun dalam menghadapi tantangan dunia, birokrat harus bisa bereformasi.

"Reformasi birokrat intinya membentuk birokrat yang world class untuk berkompetisi di dunia. Reformasi birokrat sangat penting untuk anak cucu. Kita harus reform dan improve selalu. Dengan sumber daya yang ada kita bisa lakukan dengan baik," tegas Wisnu.***