Ketua PSBA: Kalau Tidak Berubah, Maka Akan Tertinggal

(solo, November 2018)_Perkembangan teknologi telah mengubah kondisi dan kebutuhan yang diharapkan pengguna. Saat ini, pengguna ingin sesuatu yang cepat dan tepat guna. Oleh karena itu, kita juga harus berubah dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna. Kalau kita tidak berubah, maka kita akan tertinggal.

Hal ini diungkapkan oleh Dr. Djati Mardiatno, Kepala Pusat Studi Bencana (PSBA), pada saat menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion (FGD) Bisnis Plan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kantor Balai Litbang Teknologi Pengelolaan DAS (Balitek DAS) Solo, Jum'at (30/11).

"Tanggung jawab peneliti ada dua yaitu pertama scientific responsibility seperti publikasi dan jurnal, dan kedua adalah sociality responsibility. Dalam sociality responsibility kita harus bisa menciptakan teknologi yang tepat untuk dimanfaatkan oleh user,"kata Djati.

Lebih lanjut, Djati menyarankan dalam melakukan penelitian, Peneliti sebaiknya melakukan proses identifikasi user. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk tim teknis untuk menentukan user. Diharapkan dengan cara tersebut hasil penelitian tersebut dapat diaplikasikan oleh pengguna

Djati menyadari bahwa dalam proses penentuan kebutuhan user tersebut tentunya memakan waktu yang tidak sedikit. Tetapi itu harus dilakukan. Tetapi proses tersebut sebetulnya bisa dipercepat tergantung pada tim teknis atau peneliti terkait.

"Proses ini juga merupakan tahap awal dalam proses bisnis plan. Dalam bisnis plan yang utama rencanakan apa yang kita miliki, user kita siapa dan apa yang dibutuhkan oleh mereka,"tegas Djati.

Bisnis plan disini merupakan suatu dokumen perencanaan yang merupakan rangkaian kegiatan penelitian untuk menghasilkan produk pada masa sekarang dan yang akan datang. Dengan adanya bisnis plan yang baik maka perencanaan dan kenyataan akan memiliki perbedaan yang sangat kecil. Dalam proses ini juga harus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

"Dalam bisnis plan, analisa kebutuhan pengguna penting dan position learning juga sangat penting. perlu adanya branding atau produk unggulan yang menjadi fokus penelitian ke depan atau minimal 5 tahun ke depan. Fokus ini sebaiknya hanya satu, misal bencana hidrometeorologi. Kalau lebih dari satu maka tidak akan fokus,"tegas Djati.

Djati berharap bahwa Kelompok Peneliti (kelti) yang ada akan mewadahi fokus penelitian tersebut sehingga akan terlihat adanya lintas disiplin ilmu yang banyak. Namun, Djati mengingatkan bahwa fokus penelitian yang ada jangan membatasi isu-isu lintas yang mungkin akan terjadi.

"Kita harus memanfaatkan peluang ke depan. Saat ini, pengembangan aplikasi terutama berbasis android sangat diminati. Peneliti bisa bekerjasama dengan Pengembang. Untuk pengembanga aplikasi jangan berpikir monev (monitoring dan evaluasi). Kalau sudah ada bisnis plan maka sudah memuat monev,"kata Djati.

Disisi lain, Dr. Irfan B. Pramono, Peneliti BAlitek DAS Solo yang mewakili Kepala Balitek DAS Solo menyatakan bahwa saat ini Balitek DAS Solo sedang mencanangkan beberapa pengembangan aplikasi yang dilakukan dengan kerjasama lembaga lain. Aplikasi tersebut antara lain sistem informasi bencana longsor, bencana banjir bandang dan tahun depan adalah bencana banjir.

"Kita sudah menyusun rencana kerentanan tetapi ini belum selesai karena ada analisis risiko,"kata Irfan. ***