Bunga Sakura mulai Bermekaran di Gunung Lawu

(Karanganyar, Januari 2019)_Suatu hal yang patut disyukuri, pohon Sakura Himalaya (Prunus cerasoides) yang merupakan salah satu jenis pohon sakura khas Jepang, bisa mekar berbunga di Taman dan Bukit Sakura Gunung Lawu (Sakral), tepatnya di Cemoro Kandang, Karanganyar, Jawa tengah. Meskipun belum bermekaran secara sempurna, tetapi tentunya ini bisa menjadi destinasi baru bagi masyarakat sekitar yang ingin melihat bunga sakura tanpa harus ke Jepang.

"Ada beberapa bunga Sakura Himalaya yang telah bermekaran di Cemoro Kandang lereng Gunung Lawu. Beberapa hari kedepan, Insya Allah beberapa pohon juga akan berbunga,"kata R. Pamungkas Buana Putra, S. Hut., M. Sc., Ketua Tim Sakura yang merupakan peneliti silvikultur Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) Solo - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu (12/01).

Lebih lanjut, Pamungkas menyatakan bahwa proses mekarnya bunga Sakura ini bertepatan setahun setelah penanaman. Awal kegiatan penanaman pohon Sakura ini dilakukan oleh H. Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (27/01/2017). Pada kegiatan tersebut telah dilakukan penanaman pohon sakura sebanyak 60 batang dengan luas ± 1,2 Ha.

"Materi pohon sakura berupa vegetatif (cangkok dan stek) yangdiperoleh dari Kebun Raya Cibodas. Dari 60 pohon tersebut, terlihat ada beberapa yang telah berbunga. Saat ini belum serentak berbunga, namun menandakan bahwa Sakura Himalaya mampu beradaptasi di ekosistem Gunung Lawu. Kami terus mengamati dan menganalisis fenologi pohon sakura. Ini untuk bahan prediksi kapan sakura-sakura tersebut berbunga,"kata Pamungkas

Pamungkas menyatakan bahwa keberhasilan ini bukan hanya melibatkan satu pihak, tetapi banyak pihak yang terlibat. Pembangunan "Sakral" ini merupakan bagian dari program Toyota Forest yang didanai oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), produsen mobil Toyota di Indonesia. Sedangkan proses persiapannya telah dilakukan kajian riset yang melibatkan Balitek DAS Solo, Perum Perhutani KPH Surakarta, Kebun Raya Cibodas-LIPI dan Fakultas MIPA-Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

"Terima kasih atas segala jerih payah, support dan dedikasi dari segenap personil dan tim yaitu: Balitek Das Solo - KLHK, KPH Surakarta Perum Perhutani, Kebun Raya Cibodas LIPI, FMIPA UNS dan tentunya Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Bravo untuk Anda semua,"kata Pamungkas.

Pamungkas berharap, pohon sakura ini semakin adaptif sehingga mampu berbunga pada musimnya, yaitu sekitar Bulan Januari- Februari dan atau Juli - Agustus atau pada perubahan musim yang ekstrim dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya. Pada kesempatan tersebut, Pamungkas juga mengajak masyarakat untuk datang ke Sakral Cemoro Kandang lereng Gunung Lawu untuk menikmati mekarnya bunga Sakura.

"Silakan berkunjung dan menikmati keindahan mekarnya Sakura di Taman dan Bukit SAKRAL di Cemoro Kandang,"pungkas Pamungkas. ****