Balitek DAS Berpartisipasi dalam Soropadan Agro Expo 2019

(Solo, Juli 2019)_Bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Prov. Jateng, Perhutani dan Beberapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian LHK Regional Jawa Tengah, Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Balitek DAS) mendiseminasikan beberapa produk riset di Soropadan Agro Expo 2019 di Temanggung Jawa Tengah, selama 5 (lima) hari pada tanggal 04 - 08 Juli 2019.

Produk riset yang ditampilkan dalam pameran terebut dikemas dalam bentuk poster, mug, cd digital publikasi tahun 1988-2015, gantungan kunci, dan publikasi. Poster yang ditampilkan berjudul Peningkatan Ketahanan Pangan Wilayah melalui Pengelolaan DAS Terpadu, serta Agrosilvikultur Karet dan Rotan Jernang. Sedangkan publikasi yang ditampilkan dan dibagikan ke pengunjung berjudul Cemara Laut mengubah Lahan Marginal menjadi Potensial, Silvikultur Rehabilitasi Pantai Berpasir Kebumen, Sertifikasi Ekolabel Hutan Rakyat, Pengendali Erosi Jurang, Teknik Mitigasi Banjir dan Longsor, 15 Jenis Tanaman Pelindung Mata Air, Sistem Pengelolaan DTA Waduk, serta majalah CerDAS vol 4 no 1 dan 2 tahun 2018.

Produk riset tersebut dipilih sesuai dengan tema SAE 2019 yaitu "Korporasi Petani dan Integrasi Teknologi Informasi Menuju Petani Semakin Sejahtera". Harapannya, Adanya informasi yang tepat, petani dapat mengelola lahan secara efisien dan efektif dengan memperhatikan teknik konservasi tanah dan air sehingga hasil yang diperoleh melimpah.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga mengungkapkan apresiasi kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas gebrakannya dalam meningkatkan neraca perdagangan dengan memacu ekspor pangan.Gebrakan tersebut, antara lain penggunaan teknologi digital dari hulu hingga hilir, peningkatan sumberdaya petani, pengembangan pangan lokal dan kemudahan pelayanan penerbitan izin ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Suwandi, Dirjen Hortikultura Kementan, mewakili Menteri Pertanian dalam sambutannya mengatakan bahwa kebijakan daerah atau Provinsi Jateng telah selaras dengan kebijakan pusat atau Kementan yaitu menggelorakan ekspor pertanian lokal. Kementan telah berupaya mempercepat proses perijinan ekspor untuk komoditas hortikultura dan perkebunan, dan digitalisasi.

"Pangan lokal Indonesia dipercaya memiliki keunggulan dan manfaat lebih baik dibandingkan pangan impor. Hal ini dikarenakan pangan lokal dibudidayakan dengan benih lokal yang bagus dan ditanam di wilayah bentang khatulistiwa yang kaya akan sinar matahari", tegas Suwandi.

Selama kegiatan pameran, stand Dinas LHK juga membagikan bibit gratis kepada para pengunjung dengan kupon. Bibit gratis tersebut disediakan oleh BPDASHL Solo yang merupakan hasil persemaian di Jumantono kerjasama dengan Balitek DAS Solo. ***