Alih Teknologi Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor

Latar Belakang

Tujuan penyelenggaraan kehutanan adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan dengan meningkatkan daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) (UU No. 41 Tahun 1999, tentang Kehutanan Pasal 3 butir c). Dengan demikian Kementerian Kehutanan sudah seharusnya berperan aktif dalam upaya pengelolaan DAS, yang saat ini telah mengalami degradasi.

Degradasi tersebut ditunjukkan oleh sering terjadinya bencana alam, terutama terjadinya banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Salah satu faktor penyebab terjadinya degradasi DAS adalah meningkatnya jumlah penduduk yang berakibat terjadinya tekanan terhadap sumberdaya alam. Peningkatan kebutuhan terhadap sumberdaya alam tersebut mendorong pemanfaatan sumberdaya alam yang melebihi daya dukungnya dan kurang memperhatikan kaidah-kaidah kelestarian. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya bencana alam tersebut Badan Litbang melalui Balai Penelitian Teknologi Kehutanan Pengelolaan DAS (BTPDAS) melakukan serangkaian kegiatan penelitian yang terkait dengan terjadinya degradasi DAS. Salah satu hasil kegiatan penelitan tersebut adalah buku "Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor". Untuk memasyarakatkan hasil-hasil penelitian tersebut agar dapat diterapkan oleh masyarakat maka perlu dilakukan kegiatan Alih Teknologi (AT).

Kegiatan AT ini dilaksanakan sebagai kontribusi dalam upaya meningkatkan fungsi dan peran DAS yang lebih baik melalui kajian dari aspek teknologi, sosial ekonomi dan kelembagaan di bidang Pengelolaan DAS.

Tujuan, Sasaran, dan Luaran

Tujuan utama dari penyelenggaraan AT Mitigasi Banjir dan Longsor adalah untuk menyosialisasikan teknik mitigasi banjir dan longsor ke pihak pengguna khususnya para pengambil kebijakan dan praktisi bidang kehutanan dari instansi terkait, terutama yang wilayahnya terlanda bencana banjir dan longsor. Selain itu penyelenggaraan AT ini adalah untuk memasyarakatkan hasil-hasil penelitian di bidang pengelolaan DAS, dan memperluas jejaring kerja dengan semua pihak yang tekait di bidang pengelolaan DAS.

Sasaran dari kegiatan AT ini antara lain:

  • Menyosialisasikan teknis mitigasi banjir dan tanah longsor di wilayah yang terlanda bencana banjir dan tanah longsor
  • Mempererat jejaring kerjasama dengan instansi terkait khususnya dalam memitigasi masalah banjir dan tanah longsor
  • Menyebarluaskan hasil litbang teknologi pengelolaan DAS

Dengan demikian luaran dari kegiatan AT ini adalah:

  • Tersosialisasinya teknis mitigasi banjir dan tanah longsor ke pengguna
  • Terjalinnya jejaring kerjasama dengan instansi terkait dalam memitigasi masalah banjir dan tanah longsor
  • Tersebarluasnya hasil litbang teknologi pengelolaan DAS

Silabus Alih Teknologi "Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor"

NO. PELAJARAN POKOK BAHASAN
A. TEORI  
1 Dukungan penelitian dan pengembangan dalam pengelolaan DAS di Indonesia  Riset yang berkaitan dengan sistem pengelolaan DAS dan teknologi RLKT pendukung pengelolaan DAS
2 Banjir dan longsor dalam perspektif dalam pengelolaan DAS
  • Prinsip Dasar Pengelolaan DAS
  • Hubungan Banjir dalam Peran Hutan dalam Pengelolaan DAS
  • Hubungan Tanah Longsor dalam Peran Hutan dalam Pengelolaan DAS
3 Teknik identifikasi kerawanan banjir Identifikasi Karakteristik Pasokan Air Banjir
Identifikasi Karakteristik Daerah Kebanjiran
4 Teknik pengendalian banjir
  • Teknik Pengendalian Limpasan  Permukaan
  • Teknik Pengendalian Daerah Kebanjiran
5 Teknik peringatan dini bencana banjir Sistem Jaringan Peringatan Dini
Sistem Koordinasi Jaringan
Teknik Pengembangan Jaringan
6 Teknik identifikasi kerawanan tanah longsor
a. Makalah
b. PPT
Identifikasi Karakteristik daerah rawan  Longsor
7 Teknik pengendalian tanah longsor
  • Prinsip  Dasar Teknik Pengendalian Longsor
  • Teknik Vegetatif
  • Teknik Mekanis
8 Teknik peringatan dini bencana tanah longsor
  • Sistem Jaringan Peringatan Dini
  • Sistem Koordinasi Jaringan
  • Teknik Pengembangan Jaringan
9 Aplikasi GIS untuk diagnosis banjir dan longsor Persiapan bahan, penyusunan model GIS, pemrosesan model menggunakan aplikasi GIS, dan pembuatan layout peta
10 Teknik analisis kejadian (pasca) banjir dan longsor
  • Desk Analisis Bencana Banjir
  • Desk Analisis Bencana Longsor
  • Observasi Lapangan
11 Penguatan (strengthening) kelembagaan Kehutanan dalam mitigasi banjir dan tanah longsor
  • Kelembagaan Pusat
  • Kelembagaan Daerah (Propinsi & Kabupaten)
  • Kelembagaan Lintas Daerah
  • Sistem Koordinasi
12 Diskusi komprehensif Evaluasi kunjungan lapangan: banjir & tanah longsor
13 Desk Analisis banjir dan tanah longsor
  • Penyiapan Data dan Info
  • Analisis awal daerah rawan banjir & pasokan air banjir
  • Analisis awal daerah rawan longsor
     
B. PRAKTEK  
12 Observasi lapangan dalam identifikasi masalah banjir dan tanah longsor
  • Observasi Daerah Longsor di Hulu DAS (bebatuan)
  • Observasi Daerah Rawan Kebanjiran Hilir DAS.