Publikasi Penelitian

Diagnosis Kerentanan Lahan Daerah Aliran Sungai Merawu


Abstrak (Indonesia):
Luas lahan kritis di Indonesia pada tahun 2007 telah mencapai 77,8 juta hektar yang tersebar di dalam kawasan hutan sekitar 51 juta ha dan di luar kawasan hutan kurang lebih seluas 2,8 juta ha; padahal pada tahun 2000, lahan kritis di Indonesia diperkirakan 23.242.881 Ha yang tersebar di dalam kawasan hutan 8.136.646 Ha dan di luar kawasan 15.106.234 Ha. Untuk mengendalikan perkembangan lahan kritis menjadi semakin luas perlu sistem diagnosis kerentaanan lahan yang lebih jitu dengan melakukan studi di Sub DAS Merawu, DAS Serayu. Tujuan studi adalah untuk memperoleh data dan informasi tentang kerentanan lahan terhadap kekritisan dan tanah longsor yang ke depan dapat dimanfaatkan sebagai dasar, penyusunan perencanaan pengelolaan. Studi diagnosis kerentanan lahan dilakukan dengan menggunakan metode atau formula Kekritisan Lahan dan formula Kerentanan Tanah Longsor yang tersusun dalam buku "Sidik Cepat Degradasi Sub DAS" yang telah direvisi (Paimin, dkk., 2006). Berdasarkan hasil diagnosis, lahan di Sub DAS Merawu sebagian besar rentan terhadap tanah longsor, tetapi kerentanan terhadap keritisan lahan lebih kecil. Pada lereng terjal yang terpotong untuk sarana jalan dan atau perumahan harus lebih diwaspadai karena lebih mudah longsor. Untuk daerah yang rentan terhadap tanah longsor dan juga termasuk daerah kritis, pengendaliannya harus cermat dan hati-hati karena kebutuhan teknik konservasi keduanya bertolak belakang. Memperhatikan dampak negatif tanah longsor tidak hanya setempat (on site) maka pengamatan kejadian tanah longsor di daerah yang jarang dikunjungi dan sulit dijangkau (remote area) perlu dilakukan pengamatan karena dapat menimbulkan dampak becana di tempat lain (off site).
Abstract (English) :
-
Media Publikasi :
Prosiding Seminar Nasional Purwokerto
Penulis :
Beny Harjadi, Ir., M.Sc.
Ukuran Berkas :
168.9 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian