Publikasi Penelitian

Konservasi Hutan Lindung Sebagai Upaya Mitigasi Bencana


Abstrak (Indonesia):
Hutan lindung berperan penting dalam mencegah terjadinya bencana banjir, kekeringan, dan tanah longsor. Dilain pihak, luas hutan lindung yang ada sangat sempit bila dibandingkan dengan luas DAS yang harus dilindungi. Di Jawa Tengah, luas hutan lindung hanya 3.3 % dari luas wilayah Jawa Tengah. Selain luasannya sempit, hutan lindung juga rawan mengalami gangguan terutama lokasi hutan lindung terletak di dekat daerah pemukiman padat yang lapar lahan. Untuk itu konservasi hutan lindung harus dilakukan sebagai salah satu upaya mitigasi bencana alam. Peran hutan dalam mencegah banjir sangat bervariasi tergantung pada intensitas hujan, jenis tanah, jenis pohon dan umurnya, dan pengelolaan hutan itu sendiri. Kemampuan hutan dalam menahan banjir sudah tidak efektif pada hujan dengan intensitas yang tinggi (>100 mm/jam). Sedangkan fungsi hutan dalam mencegah kekeringan masih banyak diperdebatkan namun yang disepakati adalah hutan dapat menjaga kualitas air dan menjaga kontinuitas aliran jika curah hujannya tercukupi. Faktor geologi, topografi, dan curah hujan merupakan factor alam yang berperan dalam proses longsor. Peran hutan terhadap tanah longsor terutama pada tanah yang dangkal (< 1m), sedangkan pada tanah yang bersolum dalam (>3 m) peran hutan tidak signifikan. Konservasi hutan lindung didasarkan pada karakeristik (sifat) lahan yang menunjukkan tingkat kerawanannya. Dari sifat rentan akan diperoleh factor penentu kerentanan yang dijadikan dasar justifikasi masalah utamanya. Tehnik konservasi yang diterapkan untuk mitigasi banjir perlu dibedakan dengan tehnik mitigasi tanah longsor. Konservasi hutan lindung pada daerah yang bersinggungan dengan masyarakat harus dilakukan dengan pengembangan daerah penyangga. Pengembangan daerah penyangga harus memperhatikan kebutuhan dan masalah masyarakat setempat dan diintegrasikan dengan pengembangan potensi masyarakat desa sekitarnya. Agar konservasi hutan lindung sebagai upaya mitigasi bencana bisa berjalan secara efektif dan efisien maka koordinasi dan pengembangan jejaring kerja antara peneliti dan praktisi perlu ditingkatkan.
Abstract (English) :
-
Media Publikasi :
Prosiding Seminar Nasional Purwokerto
Penulis :
Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
49.4 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian