Publikasi Penelitian

Peran Hutan Dalam Pengendalian Bencana Banjir-Kekeringan-Tanah Longsor: Identifikasi Masalah dan Teknik Pengendalian


Abstrak (Indonesia):
Bencana adalah suatu kejadian alam atau buatan manusia, tiba-tiba atau progesive, yang menimbulkan dampak yang dahsyat (hebat) sehingga komunitas (masyarakat) yang terkena atau terpengaruh harus merespon dengan tindakan-tindakan luar biasa. Salah satu faktor utama terjadinya bencana adalah perilaku manusia guna mencukupi kebutuhan hidup yaitu perubahan tata guna lahan untuk keperluan mencari nafkah dan tempat tinggal. Kerusakan lingkungan yang secara implisit menambah lajunya krisis air semakin dipercepat oleh pertumbuhan penduduk yang tinggi, baik secara alami maupun migrasi. Bencana-bencana banjir, longsor dan kekeringan yang sering melanda merupakan bukti dari degradasi lingkungan yang dari waktu ke waktu cenderung meningkat. Hutan sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan mempunyai tiga fungsi, yaitu fungsi konservasi, lindung dan produksi. Hutan bisa menahan run-off (aliran permukaan), sehingga apabila hutan digunduli atau menjadi kawasan pemukiman maka aliran permukaan akan meningkat signifikan dan terjadilah banjir di musim penghujan dan waktu musim kemarau tidak ada lagi air yang tersisa sehingga terjadilah kekeringan. Selain itu, perubahan tata guna lahan untuk suatu peruntukan industri maupun pemukiman dapat mengakibatkan kondisi tanah yang tadinya stabil menjadi tidak stabil, mudah bergerak atau mengembang karena perubahan struktur dan kondisi tanah, sehingga mengakibatkan terjadinya longsor. Oleh karena itu, peran hutan sangatlah penting dalam pengendalian bencana banjir, kekeringan maupun tanah longsor. Pengaturan tata guna tanah di DAS dengan menetapkan luasan hutan minimum 30 % dari luas DAS merupakan salah satu langkah pengendalian banjir disamping manajemen daerah dataran banjir, penyuluhan pada masyarakat terhadap permasalahan banjir dan pengendalian pemanfaatan daerah bantaran sungai. Kawasan hutan merupakan daerah tangkapan air (catchment area) yang mempunyai fungsi dan potensi wilayah sumber daya air sebagai penyedia air. Apabila kerusakan lingkungan akibat penggundulan hutan terus terjadi maka kekeringan dan kelangkaan air akan melanda, sehingga keberadaan hutan sebagai daerah tangkapan air perlu terus dipertahankan sebagai upaya pengendalian bencana kekeringan. Pengendalian tanah longsor dapat dilakukan dengan tetap menjaga stabilitas tanah, yaitu dengan menjaga kelestarian hutan atau tumbuh - tumbuhan pada daerah lereng karena akar pohon-pohonan yang tumbuh pada lereng akan menambah kestabilan tanah. Selain itu, akar dapat mengurangi kadar air tanah karena sebagian air diserap oleh tanaman.
Abstract (English) :
-
Media Publikasi :
Prosiding Workshop 2009
Penulis :
Robert J. Kodoatie
Ukuran Berkas :
699.6 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian