Publikasi Penelitian

Tanah Longsor di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara: Bentuk Kerusakan di Wilayah Hilir DAS Asahan


Abstrak (Indonesia):
Kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) telah menyebabkan terjadinya bencana seperti tanah longsor dan banjir. Pengelolaan DAS yang masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak mengakomodir pengaruh dari karakteristik alami seperti faktor geografis kawasan, kelerengan tinggi dan geologi kawasan pada akhirnya akan memperburuk kondisi DAS. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya bencana tanah longsor yang ada di Kabupaten Asahan sebagai wilayah hilir DAS Asahan. Hasil penelitian menyatakan bahwa kejadian longsor di lokasi penelitian disebabkan karena : tingkat kelerengan yang tinggi pada lokasi yaitu > 60% dengan batuan penyusun konglomerat, breksi, batupasir dan serpih; perubahan penggunaan lahan dari kawasan hutan menjadi kawasan non hutan; faktor curah hujan yang tinggi; kerentanan gerakan tanah karena gempa atau pelapukan; dan keberadaan penambangan galian C yang tidak sistematis. Usaha yang dapat dilakukan oleh pengelola antara lain melakukan pemetaan lokasi kerentanan gerakan tanah (KGT) dengan skala semi detail (1:50.000); penertiban terhadap kegiatan penambangan tanpa ijin (PETI) dan dikelola tanpa kaidah tata kelola lingkungan yang baik; kegiatan fisik berupa pelandaian lereng dengan sistem bertingkat (terasering); dan penyusunan rencana tata ruang berdasarkan karakteristik alami wilayah dan keterpaduan semua sektor.
Abstract (English) :
-
Media Publikasi :
Prosiding Workshop 2009
Penulis :
Sanudin dan Bambang S. Antoko
Ukuran Berkas :
174.9 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian