Publikasi Penelitian

Aspek Sosial Ekonomi Dan Kelembagaan Daerah Aliran Sungai Brantas


Abstrak (Indonesia):
Keluaran (output) pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dipengaruhi oleh input yang meliputi kondisi fisik, sosial, ekonomi, kelembagaan dan aktivitas manajemen itu sendiri. Dalam proses penyusunan perencanaan, masukan tersebut harus diketahui untuk menentukan strategi dan skenario pengelolaannya. Karena masukan dalam pengelolaan DAS berbeda satu DAS dengan DAS-DAS lainnya maka input tersebut merupakan ciri khas atau karakter tertentu suatu DAS. Untuk penyusunan rencana jangka panjang pengelolaan DAS dalam satu propinsi perlu diketahui karakter sosial ekonomi untuk masing-masing kota dan kabupaten dalam propinsi tersebut. Makalah ini merupakan hasil kajian karakterisasi DAS Brantas yang didasarkan pada Data Statistik Tahun 2004. Kajian dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dan penelitian kualitatif melalui indepth interview. Parameter dalam kajian ini meliputi: kepadatan penduduk, pendapatan per kapita, pertumbuhan ekonomi, struktur ekonomi, dan kelembagaan dalam pengelolaan DAS. Sebagian besar dari data dikumpulkan dari Biro Pusat Statistik Propinsi Jawa Timur dan Biro Pusat Statistik Kota dan Kabupaten di DAS Brantas sedangkan data kelembagaan dikumpulkan melalui snowball analysis dengan informan kunci terdiri dari stakeholders yang terkait dengan perencanaan pengelolaan DAS Brantas. Hasil kajian menunjukkan: 1). Kepadatan penduduk di DAS Brantas adalah 1.213 orang/km2 (berdasarkan FAO, 1985 penduduk padat adalah > 250 orang/km2), 2). Pendapatan per kapita Rp. 10.129.787,-/orang/tahun (lebih rendah dari pendapatan rata-rata penduduk Propinsi Jawa Timur sebesar Rp. 10.965.076,-/orang/tahun) kecuali Kota Kediri sebesar Rp. 59.843.787,-/orang/tahun. 3). Pertumbuhan ekonomi regional di DAS Brantas 4,9% lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (4,2%) pada tahun 2004), 4). Struktur ekonomi: a. pertanian ditemukan di satu kota dan delapan kabupaten, b. struktur industri ditemukan di tiga kota dan dua kabupaten, dan c. struktur jasa ditemukan di dua kota, 5). Dari aspek kelembagaan terdapat beberapa institusi sebagai perencana tetapi satu dengan lainnya koordinasinya lemah sedangkan implementator terdiri berbagai Dinas Tingkat II dan UPT Pemerintah Pusat sedangkan monitoring dan evaluasi belum dilakukan untuk seluruh DAS.
Abstract (English) :
-
Media Publikasi :
Prosiding Workshop 2009
Penulis :
Purwanto, Ir., M.Si.
Ukuran Berkas :
221.7 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian