Publikasi Penelitian

Kajian Perubahan Penutupan Lahan Dengan Menggunakan Landsat 7 ETM+ Di Sub DAS Batanghari Hulu Tengah, Jambi


Abstrak (Indonesia):
Pengetahuan mengenai perubahan penutupan lahan sangat penting baik ditinjau dari sudut pandang ekonomi maupun ekologi. Produk data penginderaan jauh ada 2 jenis yaitu digital dan analog. Data digital diolah dan dianalisis dengan bantuan perangkat keras berupa komputer dan perangkat lunak pengolahan citra, sedangkan data analog diolah dan dianalisis secara visual. Kedua jenis data tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang kajian seperti pertanian, kehutanan, geologi, pekerjaan umum dan pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai). Dengan demikian ekstraksi informasi tentang penutupan lahan melalui data penginderaan jauh menjadi kegiatan pokok yang harus dilakukan. Informasi tersebut diperlukan untuk berbagai keperluan, termasuk dalam pengelolaan DAS. Kajian dilakukan dengan memilih metode klasifikasi terbaik untuk mendapatkan kondisi penutupan lahan masing-masing fungsi kawasan yang obyektif. Penelitian ini menggunakan Citra Landsat 7 ETM + yang diambil pada bulan Juli 2004 dan software ILWIS 3.3. Lokasi penelitian terletak di Sub DAS Batanghari Hulu Tengah, Provinsi Jambi. Metode klasifikasi yang digunakan adalah metode klasifikasi berbantuan yaitu dengan menggunakan teknik klasifikasi maksimum likelihood dan minimum distance dengan kombinasi band 452 untuk merah, hijau dan biru. Pengambilan sampel penutupan lahan telah dilakukan sebanyak 30 titik sampel, dengan menggunakan GPS. Untuk meningkatkan keakuratan hasil klasifikasi, maka areal studi dibagi dua yaitu di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan. Hasil klasifikasi juga dikoreksi dengan metode confusion matrix, untuk mengetahui sampai berapa besar tingkat kebenarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode klasifikasi maximum likelihood menunjukkan hasil yang lebih baik dibanding metode minimum distance. Hasil uji akurasi diperoleh bahwa 81,3 % untuk metode maximum likelihood dan di bawah 80% untuk metode minimum distance. Peta penutupan lahan hasil klasifikasi di dalam kawasan hutan terbagi menjadi 8 kelas, dimana di dalam kawasan tersebut didominasi oleh hutan rapat seluas 95,986 ha . Sedangkan di luar kawasan hutan ditemukan sebanyak 15 kelas dan pada areal ini didominasi oleh perkebunan karet yaitu seluas 31,081 ha.
Abstract (English) :
The Knowledge of land cover changes are becoming very important both the ecological and economical point of view.There are 2 kind of remote sensing products, namely digital and analog. Digital data were processed and analysed by hardware (computer) and Software such as ILWIS 3.3., whereas analog data were processed and analysed by visual method. Both digital and analog data were used for some analysis in agricultural, forestry, geology, public working and watershed management. The extraction of the information about the land cover from remote sensing data is a fundamental activity. This information is needed for a variety of application, including watershed management. The study was held by choosing the best classification method for obtaining land cover condition in each function area. The landsat 7 ETM+, captured on july 2004, and ILWIS 3.3 software was used dominant in this research.The location of the research was in Batanghari Hulu Tengah Sub Watershed, Jambi Province. The classification method used in this analysis is supervised classification method and applied the maximum likelihood, and 452 RGB band combination technique. 30 points of groundcheck in the field has been taken by using GPS (Geographic Positioning System). To increase the accuracy, the study area was devided into two sub images, the first image is inside forest area and the second is in other land use (outside forest area). The classification result was corrected using confusion matrix (percent correct). The result shows, the image classification method using maximum likelihood was better than minimum distance. The accuracy result was about 81.3 % on maximum likelihood method, but minimum distance method was lower than 80%. 8 classes of the land cover type can be found in the forest area which the area was dominated by dense forest (95,986 ha). The classification result in the outside forest area shows 15 classes of land cover type and that areas is dominated by rubber plantation estate (31,081 ha).
Media Publikasi :
Tekno Hutan Tanaman Vol 2 No 3 Tahun 2009
Penulis :
Agus Wuryanta, Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
805.8 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian