Publikasi Penelitian

Masyarakat yang Tinggal di Daerah Rawan Longsor: Interpretasi dan Strategi Adaptasi (Studi Kasus: Desa Purwoharjo, Kec. Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo)


Abstrak (Indonesia):
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi bagaimana interpretasi masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor terhadap bencana longsor dan tempat tinggal mereka, sekaligus ingin mengetahui bagaimana sttategi adaptasi mereka untuk tetap bertahan tinggal di tempat tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai sebanyak 35 orang responden representatif dan mewakili berbagsi kategori umur dan kelamin. Data diolah, didesktipsikan sesuai dengan kategoti dan dianalisis dengan menggunakan teori tindakan dan simbolik serta bukti-bukti dan simbol-simbol yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan interpretasi dati berbagai kategori umur dan kelamin, baik terhadap tanah longsor maupun terhadap tempat tinggal. Kaum tua menginterpretasikan kejadian tanah longsor sebagai suatu hal biasa-biasa saja bahkan menganggap kejadian tersebut sebagai takdir Yang Maha Kuasa. Kaum dewasa mengsnggap kejadian tanah longsor merupakan akibat kesalahan manusia dalam memanfaatkan dan mengolah lahan, termasuk melanggar larangan nenek moyang. Kaum muda, baik laki-laki maupun perempuan menginterpretasikan bahwa tanah longsor merupakan sesuatu yang menakutkan. Bagi kaum tua, tempat tinggal adalah sesuatu harta yang perlu diwatiskan ke anak cueu, oleh karena itu perlu dipertahankan. Bag; kaum dewas., tempat tinggal sullt dipisahkan dengan tempat mencati nafkah, sedangkan bag; kaum muda tempat tinggal adalah tempat hidup sementara, sekedar tempat berteduh dan siap pindah kapan saja. Ada empat sttategi yang mereka lakukan sehingga dapat berad.ptasi, pertama menjaga hubungan dengan alam sesuai dengan keyakinan mereka; kedua secara perorangan maupun berkelompok setiap memasuki musim hujan mereka melakukan perbaikan dan pembersihan saluran, menimbun tanah yang retak dan tidak melakukan penanaman tanaman semusim pada areal perbukitan; ketiga secara sosial kelembagaan mencoba membangun komunikasi dan saling mengingatkan diantara masyarakat; keempat melakukan mitigasi dengan menggunakan kepercayaan yang ada.
Abstract (English) :
The research is aimed to find out how the interpretation qf the people living at landslide sensitive area 0/ landslide disaster and their residential area and also to find out their adaptation strategy to survive as such area. The research used qualitative descriptive method and interviewed 35 respondents representing various categories 0/ age and sex. The research result shows that there is a distinction in interpretation given l!J various groups, both the interpretation on landslide disaster and on residential area itself. The elder members prefer to interpret the landslide disaster as God's destif!J; The adults interpret it as human's mistake. Whereas the younger interpret it as terrible disaster. Residence,for the elders, is everything that should be maintained and inherited to their descendants ;for the adults, however, thl!)' interpret it as working and business place; whereas the younger, interpret residential area as a temporary living place. There are five relationship with the nature, striving to make pf?ysical actions so that thl!)' are saved from the disaster, try to build communication among others and try to mitigate l!J observing natural signs both pf?ysicalfy and non pf?ysicalfy (finding divine inspiration).
Media Publikasi :
Info Sosial Ekonomi Vol.9 No. 2 Juni 2009
Penulis :
Syahrul Donie, Ir. M.Si
Ukuran Berkas :
1.1 MB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian