Publikasi Penelitian

Keseimbangan Tata Air Sebagai Basis Perencanaan Wilayah : Studi Kasus di Sub DAS Cirasea (Water Resource Balance as base Data in Regional Planning : A Case Study on Cirasea Sub Watershed


Abstrak (Indonesia):
Penyebab bencana alam banjir dan kekeringan yang terjadi di Indonesia disinyalir akibat pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan kondisi fisik, di antarannya adalah perencanaan wilayah yang disepakati dalam rencana tata ruang (RTRW), kurang memperhitungkan kondisi sumberdaya alam dan kondisi keseimbangan tata air yang ada. Evaluasi kondisi keseimbangan tata air dapat menggambarkan keadaan potensi dan kebutuhan sumberdaya air di masa mendatang serta dapat digunakan sebagai basis data dalam melakukan revisi RTRW. Hasil studi yang dilakukan di Sub DAS Cirasea, Kabupaten Bandung memperlihatkan kondisi keseimbangan tata air yang termasuk kategori kritis. Berdasarkan rencana tata ruang yang ada (RTRW Kebupaten Bandung), pada tahun 2010 kondisi tata air akan tetap kritis meskipun rencana pemanfaatan lahan dalam RTRW telah dilakukan. Oleh karenanya, hasil studi ini diharapkan dapat menjadi data masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bandung untuk meninjau ulang RTRW yang telah ada, guna menetapkan rencana pemanfaatan lahan dan ruang (perencanaan wilayah) secara lebih baik dan benar, sehingga kondisi sumberdaya air di masa mendatang tidak kritis lagi. Kata kunci: Keseimbangan tata air, Daerah Aliran Sungai (DAS), perencanaan wilayah
Abstract (English) :
Most natural disasters that recently happened in Indonesia such as floods and drought were mainly due to poor and inappropriate land use management. The poor management performance is often mainly on the account of less consideration has been put into the land use and environmental planning. This includes the less consideration of the existing water resource balance. The evaluation of water resource balance could explain the potential of water supply and requirement in the future. Additionally, it could be used as databases in revising the spatial land use planning (RTRW). This study which was conducted on Cirasea Sub Watershed, Bandung Regency, showed that the condition of water resource balance was under the "critical" category. According to the existing spatial land use planning (RTRW), in 2010, the condition of water resource balance in Bandung regency will remain the same as "critical", though the land use planning has been implemented. The results of this study can be used for the input for the Government of Bandung Regency to evaluate the spatial land use planning (RTRW) in order to plan land use better and more appropriately. Therefore, it is expected that in the future the water resource balance will not be under the “critical” category. Keywords: Water resources balance, watershed, regional planning
Media Publikasi :
Info Hutan Vol VI No.2 : 177-184,2009
Penulis :
Agung Budi Supangat, Dr., S.Hut., M.T.

Maaf, file publikasi penelitian yang diinginkan belum tersedia secara online.
Silahkan menghubungi kami untuk mendapatkannya.




« kembali

Arsip Penelitian