Publikasi Penelitian

Luas Optimal Hutan Jati Sebagai Pengatur Tata Air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Berbahan Induk Kapur


Abstrak (Indonesia):
Hutan diyakini mampu berfungsi sebagai pengatur tata air, menjaga waktu dan penyebaran aliran sungai, menjaga iklim mikro, dan mampu melindungi dari bahaya banjir. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pembukaan penebangan hutan berdampak negatif pada peningkatan aliran permukaan yang dapat menyebabkan banjir. Meskipun tanah hutan umumnya mempunyai kapasitas infiltrasi dan penyimpanan lebih tinggi daripada nir hutan, air sering lebih banyak dikonsumsi lagi oleh hutan itu sendiri daripada dialirkan ke sungai. Dari permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang luas hutan optimal yang mampu berfungsi sebagai pengatur tata air. Penelitian dilakukan di lokasi hutan jati dengan tipe batuan kapur. Penelitian ini menggunakan sub DAS sebagai unit pengatamatan. Pada setiap sub DAS dilakukan pengukuran hujan, debit dan sedimentasi, jenis penutupan lahan, kondisi kerapatan tegakan serta kondisi biofisik lainnya seperti morfometri DAS. Analisis dilakukan dengan membuat grafik antara debit dan sedimen dengan persentase penutupan lahan hutan. Dari grafik tersebut disimpulkan bahwa debit dan sedimentasi sudah tidak banyak terpengaruh oleh luasan hutan pada persentase luas lahan hutan 53%. Dengan demikian luas lahan hutan yang optimal, dari aspek banjir dan sedimentasi, pada lokasi penelitian adalah 53%.
Abstract (English) :
Forest is known as a regulator in hydrological process. Some studies suggest that forest harvesting activities increase runoff causing flooding. Even though forest soil is capable to increase infiltration rate and storage capacity, its vegetation also consumes water for its growth. Due to this reason, this study aimed to obtain information on the optimal percentage of forest area which is capable to regulate the hydrological process. The study was conducted in teak plantation forest with limestone formation. Sub watersheds were used as units of measurements. Rainfall, discharge and sediment, land cover types, stand density and other biophysical conditions such as morphometry of each sub watershed were measured. Analysis was done by creating graphs between the discharge and sediment with the percentage of forest land cover. It was found that the discharge and sediment were not much affected by the percentage of forest area by 53%. Thus, based on the flooding and sedimentation aspects, the optimal area of forest land cover in the study area is 53%..
Media Publikasi :
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Volume 7, No. 5
Penulis :
Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc., Nining Wahyuningrum, Ir., M.Sc.
Ukuran Berkas :
301.8 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian