Publikasi Penelitian

Fluktuasi Muka Air Tanah di Bawah Tegakan Hutan Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese)


Abstrak (Indonesia):
Hubungan antara hutan dan aliran permukaan sudah banyak dibahas, namun hubungan hutan dan air tanah belum banyak diteliti. Fluktuasi air tanah dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain hujan, jenis tanah, struktur geologi, dan jenis vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang fluktuasi muka air tanah di bawah hutan pinus serta pengaruhnya terhadap jarak dari kawasan hutan. Metode yang digunakan adalah mengukur ketinggian muka air tanah melalui sumur-sumur penduduk yang tersebar dalam suatu sub DAS. Pengukuran dilakukan setiap bulan pada tanggal dan jam yang sama. Ada 62 sumur yang tersebar di dalam sub DAS Kedung Bulus. Jarak sumur terhadap kawasan hutan bervariasi mulai dari 100 m sampai 900 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi muka air tanah dipengaruhi oleh musim. Fluktuasi terbesar terjadi pada peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Jarak terhadap hutan pinus juga mempengaruhi besarnya fluktuasi muka air tanah. Makin jauh jarak terhadap hutan maka fluktuasi muka air tanah makin besar, namun perbedaan fluktuasi tersebut tidak terlalu besar. Hubungan antara jarak hutan pinus dan fluktuasi muka air tanah mempunyai koefisien korelasi (R2 = 0,82), berarti masih ada faktor lain di luar jarak hutan yang berpengaruh terhadap fluktuasi muka air tanah. Faktor tersebut antara lain adalah struktur geologi dan bahan induk. Penelitian pada fluktuasi muka air tanah sebaiknya dikembangkan pada jenis hutan dan bahan induk yang berbeda serta mengidentifikasi jenis-jenis aquifer yang ada.
Abstract (English) :
The relationship between forests and run-off has been much discussed; however, the relationship between forests and ground-water has been rarely studied. Ground-water fluctuation is influenced by many factors including rainfall, soil type, geological structure, and vegetation type. The aim of this study was to obtain information on the ground-water level fluctuation under pine forest and its influence to the distance from the forest. The study was carried out by measuring the height of ground-water level through wells found in a sub watershed. The measurement was done on a monthly basis at the same date and time. There are 90 wells found at the Kedung Bulus sub watershed with the distance between well and the forest varies from 100 m to 900 m. The results showed that the fluctuation of ground-water level was influenced by season. The largest fluctuation occurred at the turn of the dry season to the rainy season. Distance to the pine forests also influenced the amount of ground-water level fluctuation. The nearest the distance to the forest, the groundwater fluctuation is the lowest. The relationship between the distance of pine forest and ground-water level fluctuation has a correlation coefficient (R2) of 0.82. It means that there are other factors influencing the fluctuation of ground-water such as geological structure and parent material. Study on ground-water level fluctuation should be developed to other forest types and parent materials, and the types of the existing aquifers should also be identified.
Media Publikasi :
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Volume 7, No. 5
Penulis :
Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc., Rahardyan Nugroho Adi, Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
794.8 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian