Publikasi Penelitian

Model Estimasi Volume Limpasan Permukaan, Debit Puncak Aliran dan Erosi (Studi Kasus di DAS Keduang, Wonogiri)


Abstrak (Indonesia):
Salah satu program perencanaan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah perlu diketahuinya lebih dahulu kondisi hidrologi setempat. Namun demikian sebagian besar sub DAS yang akan direncanakan pengelolaan DAS-nya belum tersedia data hidrologi yang cukup memadai. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan suatu pendekatan melalui pemodelan hidrologi yang sesuai dengan kondisi biofisik sub DAS/DAS tersebut, hasil pemodelan tersebut diharapkan dapat diterapkan pada sub DAS/DAS yang mempunyai kemiripan kondisi biofisik. Dengan demikian tidak menimbulkan kesulitan dalam menentukan karakterisasi maupun evaluasi pelaksanaan pengelolaan DAS terutama dalam menentukan parameter-parameter hidrologinya. Dengan adanya model hidrologi yang sesuai maka karakterisasi dan evaluasi sub DAS/DAS tersebut dapat dengan mudah dilakukan. Tujuan kajian ini adalah memprediksi volume limpasan permukaan, debit puncak aliran, dan erosi tanah dengan model: SCS, Rational, dan MUSLE. Data yang dikumpulkan meliputi: (1). Parameter hidrologi untuk mendukung estimasi volume limpasan (run off) dengan metode SCS yaitu: grup hidrologi tanah (hydrologic soil grup), tipe penutupan lahan (land cover), kondisi hidrologi dan kelembaban tanah awal (antecedent moisture content/AMC ), dan cara bercocok tanam (cara pengelolaan lahan); (2). Parameter hidrologi untuk mendukung estimasi debit puncak aliran dengan metode rasional yaitu koefisien run off yang didasarkan pada faktor-faktor daerah pengalirannya seperti jenis tanah, kemiringan, keadaan penutupan hutan dan besar kecilnya banjir, intensitas hujan selama time of concentration dan, luas daerah pengaliran; (3). Parameter hidrologi untuk mendukung estimasi erosi tanah dengan metode MUSLE yaitu: erosivitas hujan sebagai run off-rainfall basis (Rm), erodibilitas tanah (K), panjang lereng (L), kemiringan lereng (S), penutupan tanaman (C), dan praktek konservasi tanah (P). Hasil yang diperoleh: metode SCS terjadi over estimate sebesar 29,54% dalam memprediksi total volume aliran permukaan. Metode Rasional (qp-rasional) terjadi over estimate sebesar 49,96% dalam memprediksi debit aliran puncak. Metode perhitungan erosi tanah dari MUSLE (A-MUSLE) terjadi over estimate sebesar 48,47% dalam memprediksi erosi tanah.
Abstract (English) :
-
Media Publikasi :
Prosiding Ekspose BPK Solo Tahun 2009
Penulis :
Ugro Hari Murtiono, Drs., M.Si., Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
239.0 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian