Publikasi Penelitian

Sumber-sumber Sedimentasi di DTA Waduk Gajahmungkur, Wonogiri


Abstrak (Indonesia):
Tingkat sedimentasi yang di Waduk Wonogiri makin lama makin meningkat. Hal ini dicirikan dengan endapan sedimen yang terdapat di mulut (intake) waduk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat sedimentasi dari sungai-sungai yang masuk ke waduk Gajahmungkur. Metode yang digunakan adalah pengukuran langsung secara periodik pada stasiun pengamat aliran sungai yang sudah dipasang SPAS (Stasiun Pengamatan Arus Sungai). Hasil pengukuran tahun 2011 menunjukkan bahwa dari 4 (empat) sungai yang masuk DTA Waduk Gajahmungkur yaitu Sungai Keduang, Wuryantoro, Temon, dan Alang, tingkat sedimentasi yang paling besar berasal dari Sungai Keduang. Tingkat sedimentasi di Sub DAS Keduang mencapai 202,77 ton/ha/tahun, sedangkan untuk Sub DAS Wuryantoro, Temon dan Alang masing-masing sebesar 25,61 ton/ha/tahun, 0,99 ton/ha/tahun, dan 9,17 ton/ha/tahun. Selain tingkat sedimentasi yang paling besar, letak outlet sungai Keduang juga memperparah sedimentasi di mulut waduk karena letaknya yang berdekatan dengan mulut waduk. Dengan mengetahui tingkat sedimentasi dari sungai-sungai yang masuk waduk maka prioritas penanganan dapat dilakukan. Penanganan dapat dibagi menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Penanganan jangka pendek dengan membuat bangunan-bangunan penahan sedimen, sedangkan jangka panjang dengan memperbaiki penutupan lahan di daerah hulu.
Abstract (English) :
-
Media Publikasi :
Prosiding Seminar Nasional Limnologi VI Tahun 2012
Penulis :
Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
395.1 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian