Publikasi Penelitian

Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Hasil Air: Studi Kasus di Daerah Aliran Sungai Bajulmati


Abstrak (Indonesia):
Perubahan iklim telah menyebabkan kenaikan suhu udara yang berdampak pada kenaikan evapotranspirasi. Kenaikan evapotranspirasi akan berpengaruh terhadap perubahan besarnya hasil air dari hutan. Di sisi lain, perubahan iklim telah menyebabkan perubahan distribusi curah hujan baik spasial maupun temporal. Perubahan distribusi sapsial telah menyebabkan curah hujan tinggi di suatu tempat tetapi terjadi kekeringan di tempat lain. Perubahan iklim juga menyebabkan curah hujan yang tinggi atau kekeringan di beberapa tempat sehingga kajian perubahan iklim dan cuaca ekstrim terhadap jasa hutan air perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Mengetahui perubahan suhu udara di lokasi kajian dalam jangka minimal 30 tahun terkahir, 2. Mengetahui hasil air pada outlet DAS terpilih di lokasi kajian, 3. Mengetahui curah hujan dan intensitas hujan bulanan, 4. Mengetahui water table saat ini dan kurun waktu 10, 20, dan 30 tahun lalu, dan 5. Mengetahui adaptasi yang dilakukan masyarakat terhadap perubahan iklim (suhu udara dan perubahan hidrologi) di sekitarnya. Untuk mencapai tujuan 1-5 dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait yakni, BMKG Stasiun Banyuwangi, Dinas PU Kabupaten Banyuwangi, Balai Pengelolaan Sumberdaya Air Sampean Baru di Situbondo, dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Sampean. Data curah hujan, debit air sungai dan water table dianalisis dengan menggunakan trend selama 31 tahun terakhir. Data hasil air dianalisis dengan menghitung rata-rata bulanan selama 30 tahun. Data water tabel disajikan dalam bentuk tabel. Kemudian data adaptasi dan mitigasi yang dilakukan oleh masyarakat dilakukan analisis kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan rata-rata suhu udara maksimum sebesar 3oC dalam kurun waktu 31 tahun sedangkan rata-rata suhu minimum relatif tetap. Perubahan iklim global tidak berpengaruh terhadap pola hujan dan debit sungai Bajulmati. Curah hujan bagian hulu DAS Bajulmati lebih tinggi dibanding dengan bagian tengah dan hilir sehingga perlu menjaga kawasan tersebut sebagai fungsi lindung dan fungsi budidaya tanaman permanen dalam bentuk kebun agar dapat sebagai peresap (spongy system) air hujan ke dalam tanah.
Abstract (English) :
-
Media Publikasi :
Prosiding Seminar Nasional Penelitian Dan Pengembangan Pengelolaan DAS 2012
Penulis :
Purwanto, Ir., M.Si., Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
934.6 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian