Publikasi Penelitian

Leaf Area Index Derived From Hemispherical Photograph And Its Correlation With Above-Ground Forest Biomass


Abstrak (Indonesia):
Indeks luas daun (LAI) merupakan salah satu faktor fisik utama dalam pertukaran energi antara ekosistem daratan dan atmosfer. LAI menentukan proses fotosintesis yang memproduksi biomassa dan berperan penting dalam reflektan parameter tegakan hutan, oleh karena itu hubungan antara LAI dan biomassa dari pengukuran lapangan perlu dibangun untuk membentuk persamaan allometrik yang selanjutnya digunakan untuk mengestimasi biomassa di tempat lain. Tulisan ini mempelajari hubungan antara diameter setinggi dada (DBH) dengan biomassa tajuk (daun; daun + ranting + cabang) dan juga antara LAI dengan biomassa tajuk; serta LAI dengan biomassa total (TAGB). Pengambilan contoh secara destruktif dilakukan untuk membangun persamaan allometrik. Pengukuran DBH dilakukan pada 52 plot di Kalimantan Timur dengan rincian 35 plot untuk membangun model dan 17 plot untuk validasi. Kamera dengan lensa mata ikan digunakan untuk mengumpulkan data LAI. Hasil penelitian menunjukkan korelasi (r) yang tinggi antara logaritmik natural (ln) DBH dengan biomassa tajuk berkisar antara 0,88 sampai 0,98. Koefisien korelasi (r) antara LAI dengan biomassa daun; tajuk (daun + ranting + cabang); dan TAGB secara berurutan adalah 0,742, 0,768, dan 0,772. Peningkatan koefisien determinasi hubungan antara LAI dengan biomassa dapat ditingkatkan melalui pengukuran LAI pada waktu yang tepat yaitu kondisi langit seragam dan tidak terlalu cerah.
Abstract (English) :
Leaf area index (LAI) is one of the key physical factors in the energy exchange between terrestrial ecosystem and atmosphere. It determines the photosynthesis process to produce biomass and plays an important role in performing forest stand reflectance. Therefore building relationship between LAI and biomass from field measurements can be used to develop allometric equations for biomass estimation. This paper studies the relationship between diameter at breast height (DBH) and leaves biomass, DBH and crown biomass (sum up of leaves, twigs and branches) as well as between LAI and leaves biomass; LAI and crown biomass; LAI and Total Above-ground Biomass (TAGB) in East Kalimantan Province. Destructive sampling was conducted to develop allometric equations. The DBH measurements from 52 sample plots were used as training data for model development (35 plots) and for validation (17 plots). A hemispherical photograph was used to record LAI. The result shows that strong corelation (r) exists between natural logarithmic (ln) DBH and crown biomass ranging from 0.88 to 0.98. The correlation (r) between LAI and biomass of leaves; leaves + twigs + branches; TAGB were 0.742, 0.768 and 0.772, respectively. Improvement of (r) between LAI and biomass can be conducted by proper time of LAI measurement, when the sky is uniformly overcast.
Media Publikasi :
Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 2, No. 1, April 2015, 31 - 41
Penulis :
Tyas Mutiara Basuki, Dr., Ir., M.Sc.
Ukuran Berkas :
1.1 MB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian