Publikasi Penelitian

Evaluasi Kemampuan Penggunaan Lahan dan Alternatif Penerapan Konservasi Tanah dan Air Sebagai Upaya Restorasi DAS Ciliwung


Abstrak (Indonesia):
Konversi dan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan sekitarnya (DS) merupakan salah satu penyebab banjir yang terjadi di Jakarta. Untuk mengurangi atau mengendalikan banjir di Jakarta diperlukan restorasi DAS Ciliwung DS, namun demikian restorasi untuk mengembalikan kondisi DAS Ciliwung DS seperti semula membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk itu perlu ditetapkan skala prioritas dari tujuan restorasi, sehingga tindakan-tindakan yang akan diterapkan dapat memecahkan masalah utama.Dalam hal ini tujuan restorasi DAS Ciliwung DS adalah untuk pengendalian banjir di Jakarta. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan penggunaan lahan dan alternatif konservasi tanah dan air yang dapat dilakukan sesuai dengan arahan fungsi lahan. Metode yang digunakan adalah mengevaluasi lahan berdasarkan kelas kemampuannya yang ditentukan berdasarkan kondisi biofisik yakni ada tidaknya konservasi tanah, sifat-sifat tanah, lereng, jumlah bulan basah dan bulan kering. Tingkat kerentanan lahan terhadap erosi ditetapkan melalui tipologi lahan yang didasarkan kepada sistem dan penutupan lahan. Arahan fungsi lahan diperoleh dari peta yang dikeluarkan oleh instansi terkait. Peta-peta tersebut ditumpangsusunkan untuk menetapkan areal yang rentan dan sangat rentan dan juga lahan yang digunakan tidak sesuai dengan kemampuannya.Tindakan konservasi tanah indikatif ditetapkan dengan memperhatikan arahan fungsi lahan. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kerentanan tinggi sampai dengan sangat tinggi terbanyak terjadi di sub DAS Ciliwung Hulu dan Tengah seluas 8.604 ha, diikuti Kali Pesanggrahan dan Kali Angke masing-masing 5.367,7 ha dan 2.864,6 ha. Analisis kesesuaian antara penggunaan lahan dengan kelas KPL menunjukkan bahwa masih dijumpai penggunaan lahan untuk pertanian lahan kering.Dalam hal ini tegalan pada lahan yang tergolong kelas KPL VII, pada kelas ini seharusnya lahan diperuntukkan untuk hutan produksi terbatas. Untuk areal tegalan dengan arahan fungsi APL (Arahan Penggunaan Lain) dengan tingkat kerentanan lahan tinggi hingga sangat tinggi yang terletak pada KPL VII seluas 1218 ha disarankan menerapkan sistem agroforestry dikombinasikan dengan pembuatan embung. Areal tegalan yang ada di dalam hutan produksi seluas 57 ha perlu dilakukan reboisasi sesuai dengan jenis yang diusahakan setempat dilengkapi dengan rorak. Untuk tegalan yang dijumpai pada Kawasan Suaka dan Konservasi Pelestarian Alam (KSPA) seluas 8 ha harus direboisasi dengan jenis-jenis lokal. Kata Kunci: Restorasi, Konservasi Tanah dan Air, DAS Ciliwung
Abstract (English) :
Media Publikasi :
Prosiding Seminar Nasional Restorasi DAS 2015
Penulis :
Tyas Mutiara Basuki, Dr., Ir., M.Sc.

Maaf, file publikasi penelitian yang diinginkan belum tersedia secara online.
Silahkan menghubungi kami untuk mendapatkannya.




« kembali

Arsip Penelitian