Publikasi Penelitian

Specific Peak Discharge of Two Catchments Covered by Teak Forest with Different Area Percentages


Abstrak (Indonesia):

Persentase penutupan hutan Daerah Aliran Sungai (DAS) berperanan penting dalam menentukan puncak debit. Oleh karena itu telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh hutan jati (Tectona grandis) terhadap puncak debit. Klasifikasi penutupan lahan dilakukan dengan digitasi secara langsung pada citra IKONOS. Dua sub-DAS yaitu Kejalen dan Gagakan yang masing-masing arealnya tertutup hutan jati tua sebesar 74 dan 53% dari luas sub-DAS dipilih sebagai areal penelitian. Secara administrasi kedua sub-DAS tersebut terletak di Kabupaten Blora. Pencatat tinggi muka air sungai otomatis dipasang pada masing-masing outlet sub-DAS. Selama penelitian diperoleh 36 kenaikan debit yang disebabkan oleh curah hujan 12 hingga 163 mm/hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadi kecenderungan pada sub-DAS yang mempunyai hutan jati lebih banyak (Kejalen) puncak debit kurang dibandingan sub-DAS yang persentase hutannya lebih rendah (Gagakan), kecuali pada curah hujan ekstrem. Pada hujan 163 mm/hari, puncak debit di sub-DAS Kejalen lebih tinggi daripada di sub-DAS Gagakan. Walaupun terdapat hubungan antara puncak debit dengan luas penutupan hutan, tetapi kenaikan debit puncak tidak saja dipengaruhi penutupan hutan, tetapi juga oleh hujan harian, kelembaban tanah sebelum terjadi puncak debit, dan intensitas hujan. Koefisien determinasi antara puncak debit dan hujan harian di sub-DAS Kejalen adalah 0,64 dan 0,61 di sub-DAS Gagakan.

Kata Kunci: Puncak debit spesifik, hutan jati, Daerah Aliran Sungai (DAS).

Abstract (English) :

In a watershed, forest has important roles in relation with peak discharge. This research was conducted to study the impacts of teak forest on peak discharge. On-screen digitising of IKONOS imagery was done to classify the land cover of the study area. Kejalen and Gagakan catchments covered by 74% and 53% of old teak forests respectively, were chosen as the study areas.These catchments are located in Blora Regency. Automatic water level recorder was set at the outlet of each catchment subsequently, and peak discharges were examined from the recorded data. During the observation, there were 36 evidences of specific peak discharge. The results showed that a trend of lower peak discharges occurred in Kejalen catchment which has the higher percentage of teak forest area in compared to Gagakan catchment with lower percentage of teak forest area, except when extreme rainfalls happened. At rainfall of 163 mm/day, specific peak discharge in Kejalen was higher than in Gagakan catchment. Although there is a relationship between specific peak discharge and the percentage of forest cover area, the increase of specific peak discharge is not only affected by forest cover, but also affected by daily rainfall, antecedent soil moisture, and rainfall intensity. Coefficients of determination between specific peak discharge and daily rainfall are 0.64 and 0.61 for Kejalen and Gagakan catchments, respectively.

Keywords: Peak discharge, teak forest, catchment.

Media Publikasi :
Forum Geografi, Vol 31 (1) July 2017
Penulis :
Tyas Mutiara Basuki, Dr., Ir., M.Sc., Wahyu Wisnu Wijaya, S.Hut., Rahardyan Nugroho Adi, Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
1.9 MB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian