Publikasi Penelitian

Reklasifikasi Peta Penutupan Lahan untuk Meningkatkan Akurasi Kerentanan Lahan


Abstrak (Indonesia):

Informasi mengenai kerentanan lahan suatu tempat dapat digunakan untuk merencanakan rehabilitasi pada lahan tersebut karena kerentanan lahan mencerminkan kepekaan lahan tersebut terhadap erosi. Kerentanan lahan ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu kelerengan, jenis tanah, hujan, dan penutupan lahan. Di antara faktor-faktor tersebut yang dapat dikelola untuk menjaga kerentanan lahan adalah penutupan lahan. Kesalahan dalam klasifikasi penutupan lahan dapat menghasilkan kerentanan lahan yang berbeda, sehingga dapat menimbulkan kesalahan dalam penyusunan rencana sampai pelaksanaan rehabilitasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah menyesuaikan klasifikasi peta penutupan lahan yang sudah ada agar dapat mendeteksi kerentanan lahan. Analisis dilakukan dengan cara membandingkan klasifikasi peta penutupan lahan saat ini dengan kriteria penutupan lahan untuk analisis kerentanan lahan. Hasil klasifikasi ditumpangsusunkan dengan peta sistem lahan yang kemudian dapat ditentukan kerentanannya. Hasil penelitian di DAS Cisadane menunjukkan bahwa kekurangtelitian dalam menentukan penutupan lahan pertanian lahan kering menjadi semak belukar atau tegal/tanah terbuka dapat mengakibatkan kelas rentan bergeser menjadi sangat rentan. Perbedaan penentuan hutan tanaman dan perkebunan yang masih belum ditanami dengan tegalan/tanah terbuka juga dapat memperluas kerentanan lahan sebesar 12,3%. Permukiman di perkotaan yang berubah menjadi gedung dapat menurunkan tingkat kerentanan lahan sebesar 2,1%. Penutupan lahan gedung dapat menurunkan kerentanan lahan karena erosi berkurang yang disebabkan oleh tertutupnya tanah oleh lapisan kedap air. Namun dari aspek tata air, kondisi seperti gedung ini akan meningkatkan kerentanan tata air karena meningkatnya aliran permukaan dan berkurangnya kemampuan tanah menyerap air. Pemilihan data penutupan lahan sebagai input untuk menentukan kerentanan lahan sangat penting dan sensitif. Oleh karena itu, pada DAS Cisadane, pertanian lahan kering sebaiknya diklasifikasikan dalam tegalan dan permukiman pada daerah perkotaan diklasifikasikan sebagai gedung.

Kata kunci: klasifikasi, kerentanan lahan, penutupan lahan

Abstract (English) :
Media Publikasi :
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Volume 5 Nomor 2, Agustus 2017, 83-94
Penulis :
Endang Savitri, Dr., Ir., M.Sc, Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
814.9 KB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian