Publikasi Penelitian

Tipologi Daerah Aliran Sungai Untuk Mitigasi Bencana Banjir Di Daerah Aliran Sungai Musi (Watershed typology for flood mitigation in Musi Watershed)


Abstrak (Indonesia):

Teknologi Konservasi Tanah dan Air (KTA) bersifat spesifik lokasi disesuaikan kondisi petani setempat. Percobaan lapangan perlakuan mulsa sisa tanaman (batang jagung) dan strip penguat teras telah dilakukan pada usaha tani lahan kering di Sub DAS Solo Hulu dan Keduang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) usaha tani jagung+ketela pohon+teras tradisional di Sub DAS Solo Hulu dengan perlakuan: a) pemberian mulsa batang jagung 8 ton/ha dan strip Rumput Setaria (0-5 bulan) sebagai penguat teras mampu menurunkan limpasan permukaan (16,3%) dan erosi (31,2%), b) pemberian mulsa batang jagung 8 ton/ha dan strip jali (0-5 bulan) menurunkan limpasan permukaan (11,3%) dan erosi (26,9%), dan c)pemberian mulsa batang jagung 8 ton/ha dan strip Akar Wangi (0-5 bulan) menurunkan limpasan permukaan (10,2%) dan erosi (25,9%); dan 2) usaha tani kubis, koro merah/ kacang merah, dan koro putih di Sub DAS Keduang dengan perlakuan: a) pemberian mulsa batang jagung 12 ton/ha dan strip penguat teras Kolojono (0-4 bulan) menurunkan limpasan permukaan (4,5%) dan erosi (15,5%), b) pemberian mulsa batang jagung 8 ton/ha dan strip Akar Wangi (0-4 bulan) menurunkan limpasan permukaan (4,0%) dan erosi (14,4%), dan c) pemberian mulsa batang jagung 4 ton/ha dan strip Jali (0-4 bulan) menurunkan limpasan permukaan (2,4%) dan erosi (13,3%). Pemberian mulsa batang jagung 12 ton/ha dapat meningkatkan hasil kubis (31,2%), koro merah (40,3%), dan koro putih (14,5%).

Kata kunci: erosi; mulsa; sisa tanaman; penguat teras; lahan kering

Abstract (English) :

A Soil and Water Conservation (SWC) technology is site-specific to the conditions of local farmers. Field trials treatment of crop residue mulch and strengthened terrace strips has been done on dryland farming in Upper Solo and Keduang Sub Watersheds. The results showed: 1) corn + cassava + traditional terrace in Upper Solo Sub Watershed with treatments of: a) 8 ton/ha corn stems mulch and Setaria Grass strip (0-5 months) to strengthen terraces could decrease run off (16.3%) and erosion (31.2%), b) 8 ton/ha corn stems mulch combined with Jali strip decreased run off (11.3%) and erosion (26.9%), and c) 8 ton/ha corn stems mulch combined with Akar Wangi strip decreased run off (10.2%) and erosion (25.9%); and 2) cabbage, red lentils/red bean, and white lentils in Keduang Sub Watershed with treatments of: a) mulching of 12 ton/ha corn stems combined with Kolojono Grass strip (0-4 months) to strengthen terraces decreased run off (4.5%) and erosion (15.5%), b) mulching 8 ton/ha corn stems combined with Akar Wangi strip decreased run off (4.0%) and erosion (14.4%), and c)mulching 4 ton/ha corn stems combined with Jali strip decreased run off (2.4%) and erosion (13.3%). Giving of 12 ton/ha corn stems mulch could increase yield of cabbage (31.2%), red bean (40.3%), and white lentils (14.5%).

Key words: erosion; mulching; crop residue; strengthened terraces; dryland

Media Publikasi :
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (JPPDAS), Vol 1, No 2:143-165
Penulis :
Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc., R. Pamungkas BP, S.Hut., M. Sc
Ukuran Berkas :
3.4 MB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali