Publikasi Penelitian

Hutan Jati: Tempat Tumbuh Hasil Air dan Sedimen


Abstrak (Indonesia):

Banjir dimusim penghujan dan kekeringan dimusim kemarau setiap tahun hampir selalu menjadi masalah bagi masyarakat di Indonesia, khususnya di Jawa. Banjir dan kekeringan selalu dikaitkan dengan keberadaan hutan, sementara areal hutan semakin menyusut. Faktor penentu terjadinya banjir bukanlah faktor tunggal yakni penutupan lahan yang dalam hal ini selalu dikaitkan dengan keberadaan hutan, namun faktor penutupan lahan inilah yang merupakan faktor yang dapat dikontrol oleh pengelola. Hutan di Jawa hanya menempati 18% dari luas pulau, dan didominasi oleh hutan tanaman jati. Oleh karena itu keberadaan hutan jati penting untuk dipertahankan. Kelestarian hutan tanaman jati harus mendapat perhatian yang serius baik dari segi kelangsungan aspek produksi, ekonomi dan sosial, maupun dari aspek lingkungan terutama dalam tata air DAS yang meliputi hasil air dan sedimen.

Dalam kaitan hutan dan banjir, selama ini masyarakat selalu beranggapan bahwa masalah banjir selalu dapat diatasi dengan penanaman tanaman kayukayuan atau tahunan melalui reboisasi maupun perluasan areal penghijauan. Namun kenyatannya pada kejadian hujan yang ekstrim hutan sudah tidak mampu untuk mengendalikan banjir yang terjadi. Hal demikian disebabkan terjadinya banjir, frekwensi, maupun besar tidaknya banjir yang terjadi merupakan akibat interaksi faktor alami yang sulit dikendalikan dan faktor managemen yaitu pengelolaan penutupan lahan. Faktor alami penyebab banjir ataupun hasil air DAS secara umum meliputi karakteristik hujan, tingkat infiltrasi tanah, penutupan lahan, morfometri DAS, maupun tingkat kelembaban tanah.

Tata air DAS tidak saja menyangkut hasil air, debit banjir, maupun aliran rendah, namun juga terkait sedimen terlarut dalam air sungai. Untuk dapat mencegah ataupun menanggulangi masalah sedimen di areal DAS berhutan jati, maka perlu dicari sumber-sumber sedimen serta kondisi tanah tempat tumbuh jati serta sifat tegakan jati itu sendiri.

Dalam penulisan buku ini didasarkan kepada masih kurangnya karya tulis yang tertuang dalam bentuk artikel yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah, buku ilmiah,maupun artikel-artikel lain dalam bentuk semi ilmiah maupun populer yang menyajikan dan membahas tentang tata air DAS yang ditanami hutan tanaman jati agar pembaca atau masyarakat mengetahui sampai sejauh mana hutan jati berperanan dalam menanggulangi puncak-puncak debit atau banjir, dan tata air lainnya.

Buku ini ditujukan untuk para akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pengambil kebijakan yang terkait dengan pengelolaan DAS.

BUku ini menyampaikan informasi kondisi biofisik tempat tumbuh dan sifat pohon jati yang unik dalam kaitannya dengan tata air DAS berhutan jati. Selanjutnya disampaikan hasil air dari DAS/sub DAS yang berkaitan dengan debit bulanan, tahunan, aliran rendah, respon hidrologi sub DAS berhutan jati terhadap hujan yang termasuk ekstrim maupun fluktuasi air tanah. Selain itu, disajikan dan dibahas sumber-sumber sedimen yang berasal dari erosi pada lahan di daratan dan juga pada tebing-tebing sungai, serta tindakan-tindakan konservasi tanah dan air untuk mencegah dan menanggulangi erosi sebagai sumber sedimen.

Abstract (English) :
Media Publikasi :
Buku Hutan Jati: Tempat Tumbuh Hasil Air dan Sedimen
Penulis :
Tyas Mutiara Basuki, Dr., Ir., M.Sc., Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
5.8 MB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian