Publikasi Penelitian

Identifikasi dan Mitigasi Kerentanan Kekekringan DAS Moyo (Identification and mitigation of drought vulnerability in Moyo Watershed)


Abstrak (Indonesia):
Identifikasi kekeringan diperlukan sebagai data dasar untuk mitigasi bencana kekeringan. Beberapa metode identifikasi kekeringan telah tersedia. namun perlu diujicobakan di daerah beriklim kering. Tujuan penelitian ini adalah identifikasi dan mitigasi kekeringan di DAS Moyo, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Metoda yang digunakan dalam studi ini adalah metode Paimin dan Syarif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metoda Paimin menghasilkan peta kerentanan yang seragam, yaitu "agak rentan" untuk seluruh DAS. Hasil ini disebabkan karena parameter yang digunakan hanya mempunyai satu kelas untuk seluruh DAS. Metode Syarif memberikan hasil yang lebih bervariasi karena parameter yang digunakan untuk DAS Moyo menghasilkan beberapa kelas kerentanan. Namun metode ini mempunyai kelemahan dalam menerapkan kedalaman muka air tanah. Di DAS Moyo hanya mempunyai satu kelas, padahal kedalaman muka air tanah bervariasi dari 4 sampai 11 m pada musim kemarau. Kedua metoda yang digunakan menunjukkan hasil yang sama, yaitu kelas kerentanan kekeringan di DAS Moyo adalah "sedang" (metoda Syarif) atau "agak rentan" (metoda Paimin). Agar metode-metode tersebut cocok untuk daerah kering maka kelas kekeringan dari setiap parameter perlu di-reklasifikasi lagi. Dengan mengkombinasikan kedua metoda di atas diharapkan akan diperoleh hasil yang lebih baik. Pada parameter IPA, yang dapat dimodifikasi adalah jumlah penduduk dan penggunaan air yang lebih efisien. Pemanfaatan air secara efisien dapat dilakukan melalui penyuluhan kepada masyarakat. Adaptasi kekeringan dapat juga dilakukan dengan pembuatan embung dan tandon air serta pengaturan pola tanam.
Abstract (English) :
Drought identification is needed as a baseline for its mitigation. Several drought identification methods are available, but they need to be tested in dry climates. The purpose of this study was to identify dry area and its mitigation in Moyo Watershed, West Nusa Tenggara Province. Paimin and Syarif methods were used in the study. The results showed that the Paimin method produced a uniform vulnerability map, which was "medium vulnerable" for the entire watershed. This is because the applied parameters only have one class for the entire watershed. The Syarif method provides more variable results because the parameters produce several classes of vulnerabilities. However, the later method has a weakness in applying the depth of groundwater. Moyo watershed only had one class, whereas the depth of the groundwater level varied from 4 to 11 m in the dry season. The two methods produced the same results and there were classified as "medium susceptible" for Moyo watershed. For dry areas, it is necessary to reclassify the drought class of each parameter. By combining the two methods above, it is expected to obtain more accurate results. To get the Water Use Index parameter efficiently, the number of population and water usage should be more efficient. Extentions to the community about the effectively water usage is important. Adaptation to drought can also be done by making reservoirs and setting cropping patterns.
Media Publikasi :
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol. 2 No. 2, Oktober 2018
Penulis :
Endang Savitri, Dr., Ir., M.Sc, Irfan Budi Pramono, Dr., Drs., M.Sc.
Ukuran Berkas :
1.2 MB

Sebelum mengunduh file, silahkan mengisi formulir dibawah ini terlebih dahulu untuk keperluan dokumentasi. File tidak bisa diunduh dengan menggunakan Akselerator (IDM, FDM, DAP, dll). File hanya bisa diunduh dengan pengunduh bawaan dari browser. Apabila tidak bisa mengunduh silahkan email ke bpt.kpdas@gmail.com .









« kembali

Arsip Penelitian